Wamendagri Lantik 42 Anggota Panitia Seleksi DPRP Tanah Papua: Sebuah Amanat bagi Martabat Orang Asli Papua

Jakarta, 30/10/2024 – Selasa sore, di Gedung Sasana Bhakti Praja, suasana terasa khidmat kala Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M. berdiri di hadapan 42 anggota Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Se-Tanah Papua yang baru dilantik. Rangkaian prosesi ini bukan sekadar pelantikan, melainkan simbol dari perjuangan martabat dan hak-hak politik bagi Orang Asli Papua (OAP).

Di bawah naungan Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021, yang mengatur mekanisme pengangkatan anggota DPRP sebagai bagian dari kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, pelantikan ini menjadi upaya konkret pemerintah dalam memperkuat akses OAP di bidang politik dan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Wamendagri mengingatkan bahwa para anggota Pansel di enam provinsi di Tanah Papua—Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya—mengemban amanat yang tak ringan. “Harapan dan sorotan masyarakat sangat besar terhadap kinerja anggota Pansel,” tegasnya.

Dengan pandangan tajam, Wamendagri menyampaikan pesan bahwa tanggung jawab ini menuntut pemahaman mendalam akan peraturan perundang-undangan. Setiap anggota Pansel harus mampu menjalankan tugas sesuai regulasi, bukan hanya untuk memenuhi formalitas, tetapi demi melindungi kehormatan dan kesejahteraan Orang Asli Papua. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya keterwakilan perempuan setidaknya 30 persen di kursi DPRP, sebagai langkah signifikan menuju inklusivitas yang lebih luas.

“Di tangan bapak-ibu inilah, harapan Orang Asli Papua diletakkan. Kalian telah dipercaya oleh Bapak Menteri Dalam Negeri untuk melaksanakan tugas ini secara profesional dan bebas dari konflik kepentingan,” ujar

Wamendagri dengan nada yang penuh harapan. Ia menambahkan bahwa setiap penjabat gubernur di wilayah Papua diharapkan segera membentuk sekretariat Pansel untuk mendukung tugas-tugas ke depan, baik dari segi operasional maupun pembiayaan.

Di penghujung sambutannya, Wamendagri mengucapkan doa yang menggema di ruangan itu. “Harapan dan doa kami, damai sejahtera melingkupi Tanah Papua dan masyarakatnya,” ujarnya, seolah merangkum pesan cinta dan tanggung jawab bagi Tanah Papua. Amanat ini bukanlah sekadar formalitas; ia adalah janji yang tertanam di tanah dan jiwa mereka yang terpilih, untuk bekerja membangun Papua dengan jiwa yang tulus dan komitmen yang kuat. (CR-6)

 

Admin

Related Posts

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Jayapura (16/3/2026) – Aparat keamanan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata yang…

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Manokwari (15/3/2026) – Penelitian internasional menunjukkan ciri-ciri tumbuhan dapat membantu menentukan wilayah konservasi di Tanah Papua Di bentang hutan tropis yang luas di Semenanjung Kepala Burung, Papua Barat, masa depan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

  • By
  • Maret 16, 2026
  • 0
  • 1 views
Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

  • By
  • Maret 15, 2026
  • 0
  • 5 views
Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • By
  • Maret 14, 2026
  • 0
  • 3 views
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 4 views
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 4 views
LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian

  • By
  • Maret 12, 2026
  • 0
  • 8 views
Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian