Jayapura, (7/11/2025) – Enam atlet karate asal Papua Pegunungan sukses memborong tiga medali perak dan tiga medali perunggu pada ajang Piala Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam rangka Dies Natalis ke-63 Uncen. Kejuaraan ini berlangsung di Auditorium Uncen, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (7/11/2025).
Para atlet merupakan perwakilan dari Forki Papua Pegunungan yang berangkat dari Wamena menuju Jayapura dengan penuh keterbatasan. Menariknya, keberangkatan mereka dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah maupun dinas terkait — hanya bermodalkan semangat dan swadaya pribadi.
Sekretaris Umum Forki Papua Pegunungan, Amon Kosay, mengatakan keterbatasan anggaran tidak menyurutkan tekad para atlet untuk tampil di kejuaraan bergengsi antar mahasiswa dan pelajar se-Tanah Papua itu.
“Dengan situasi keterbatasan biaya, kami tetap berangkat ke Jayapura membawa tujuh atlet pelajar dari Wamena. Walaupun sederhana, kami ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan mereka,” ujar Amon.
Amon menjelaskan, ajang Piala Rektor Uncen bertujuan menjaring atlet-atlet muda terbaik dari seluruh wilayah Papua untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) tahun 2026.
“Tujuan utama event ini adalah menjaring atlet terbaik dari setiap daerah yang nantinya akan diseleksi mewakili Papua pada POM 2026,” tambahnya.
Menurut Amon, latihan para atlet karate di Papua Pegunungan selama ini dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pembiayaan dari pihak mana pun. Namun, semangat juang dan komitmen tinggi membuat mereka terus berlatih secara konsisten.
“Kami latihan mandiri. Rektor Cup Uncen menjadi ajang uji coba sekaligus evaluasi dari hasil latihan yang selama ini kami jalankan,” tegasnya.
Keberhasilan meraih medali perak dan perunggu menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim Papua Pegunungan. Amon menyebut sebagian besar atlet baru pertama kali tampil di ajang sebesar ini, sehingga hasil tersebut menjadi momentum penting untuk menumbuhkan motivasi mereka ke depan.
“Beberapa atlet yang meraih medali baru pertama kali tampil. Ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi besar bagi mereka untuk terus berkembang,” ujarnya.
Amon berharap, ke depan pemerintah daerah maupun pihak swasta dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap potensi besar para atlet muda dari Papua Pegunungan.
“Selama ini kami berangkat tanpa dukungan apa pun. Namun hasil ini membuktikan bahwa anak-anak Papua Pegunungan punya kemampuan. Pemerintah seharusnya hadir dan mendukung, bukan hanya karate tetapi juga cabang olahraga lainnya. Olahraga menyatukan generasi muda,” tutup Amon.
Sementara itu, salah satu peraih medali perak, Ones Wetapo, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian tersebut.
“Saya bangga bisa ikut event Piala Rektor Uncen bersama teman-teman. Kerja keras dan keringat kami tidak sia-sia. Semoga pemerintah bisa melihat perjuangan kami dan mendukung generasi muda Papua Pegunungan,” ujar Ones.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan para senior yang selalu mendampingi mereka selama latihan.
“Saya percaya semua ini karena campur tangan Tuhan dan dukungan pelatih serta kakak-kakak senior. Terima kasih untuk bimbingan dan semangat yang telah diberikan,” pungkasnya.(*)






