PD Institut gelar diskusi buku Orang Hubula

Jayapura, Tudepoin (9/9/2025) – Papua Democratic (PD)-Institut, lembaga riset dan advokasi kebijakan di Papua, menyelenggarakan diskusi buku “Orang Hubula: Perubahan Sosial yang Bermartabat dari Perspektif Orang Hubula,” karya Yulia Sugandi, peneliti independent, di salah satu ballroom hotel di Kota Jayapura, Papua, pada Selasa (2/9/2025).

Orang Hubula merupakan orang-orang masuk dalam suku asli yang mendiami Lembah Palim (Balim) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Orang juga mengenalnya dengan sebut suku Dani.

Buku Orang Hubula karya Yulia Sugandi diterbitkan pertama di Jerman dalam bahasa Inggris. Lalu, 11 tahun kemudian, diterbitkan lagi dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Buku Kompas, 2024. Lalu, mengapa diskusinya baru dilakukan sekarang?

Direktur Papua Demokratic (PD)-Institut, Elvira Rumkabu mengatakan ada dua alasan yang mendorong lembaganya menyelenggarakan diskusi buku tentang Orang Hubula tersebut.

“Jadi tujuan kita pertama adalah memperkenalkan buku tapi juga mengkritisi secara konstruktif buku ini oleh orang hubula itu sendiri maupun oleh masyarakat Papua,” kata Elvira usai diskusi, Selasa.

Menurut Elvira, meski sudah diterbitkan satu tahun lalu, buku berisi 312 halaman tentang orang Hubula ini belum banyak diketahui dan jarang didiskusikan. Padahal, menurutnya, isi buku dengan 10 bab tersebut memberikan pembelajaran penting yang relevan dengan perubahan sosial yang terus berkembang.

Tujuan lainnya, kata Elvira, adalah sebagai media inspirasi bagi masyarakat luas, terutama generasi muda Papua.

“Yang kedua sebenarnya untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat muda tapi juga untuk peneliti Papua untuk bisa menulis buku tentang diri mereka sendiri supaya kita bisa lebih banyak produksi pengetahuan berdasarkan kita punya perspektif,” kata Elvira.

Diskusi buku ini dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh adat, agama, pemerintah, akademisi, hingga jurnalis, mahasiswa dan masyarakat umum.

Diskusi yang dipandu Septer Manufandu, salah satu pendiri PD-Institut, memoderatori jalannya pembahasan buku dari lima pembicara: Vero Hubi, tokoh perempuan Hubula, Pater Aloysius Dabi, Pr dari unsur agama, kemudian Ismail Asso, anggota MRP Papua Pegunungan, lalu Benyamin Lagowan dan Ambrosius Haluk sebagai perwakilan anak muda Hubula.

Elvira berharap, setelah diskusi ini, lahir anak-anak muda Papua sebagai peneliti dan penulis buku tentang pengalaman-pengalaman dan pengetahun akan identitas budayanya sendiri.

“Jadi, kita sih memfasilitasi ini tujuannya adalah mengganggu diri kita sendiri yang secara internal berpikir sudah saatnya kita jangan selalu bergantung pada bagaimana perspektif outsider atau prespektif orang di luar Papua untuk menuliskan kita. Sudah saatnya kita berpikir, ini saatnya kita mengambil kendali atas pengetahuan itu. Jadi, kita produksi pengetahuan kita punya perspektif, kita punya pengalaman, kita harus menulis. Itu harapannya kita,” kata Elvira.

Yulia Sugandi. Foto : Anggi

Di tempat sama, sang penulis, Yulia Sugandi, menjelaskan, buku Orang Hubula ingin menggambarkan tentang orang Hubula itu sendiri: bagaimana relasi antar sesama orang Hubula, relasi dengan alam, dengan budaya dan perubahan sosial hingga perspektif orang Hubula dengan konsep pembangunan dari luar dirinya.

“Sebenarnya ini menceritakan tentang bagaimana proses sosial yang bermartabat itu seperti apa sih, kualitas hidup yang baik itu menurut masyarakat melalui proses perubahan seperti apa sih, dari kacamata ini, dari prespektif ini, khususnya perspektif orang Hubula karena masyarakat yang melalui perubahan sosial,” kata Yulia.

Buku Orang Hubula diterbitkan menjadi buku berdasarkan disertasi Yulia Sugandi untuk program doktor filsafat nya dari Institut Of Ethnologi – Universitas Muenster Jerman. (*)

Admin

Related Posts

Dies Natalis ke-26, UNIPA Catat 16.445 Lulusan dan Siapkan Transformasi Menuju Universitas Riset 2035

Manokwari, Tudepoint(03/11/2026) – Universitas Papua (UNIPA) terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan inovasi di Tanah Papua. Memasuki usia ke-26 tahun, perguruan tinggi…

Prof. Charlie Dorong UNIPA Jadi Penggerak Pembangunan Berkelanjutan di Papua

MANOKWARI, Tudepoint.com(02/11/2026) — Kepala BAPPEDA Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun,S.Hut, M.Si,FLS,  mendorong Universitas Papua (UNIPA) mengambil peran lebih besar sebagai pusat riset biodiversitas sekaligus penggerak pembangunan berkelanjutan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dies Natalis ke-26, UNIPA Catat 16.445 Lulusan dan Siapkan Transformasi Menuju Universitas Riset 2035

  • By
  • November 3, 2026
  • 8 views
Dies Natalis ke-26, UNIPA Catat 16.445 Lulusan dan Siapkan Transformasi Menuju Universitas Riset 2035

Prof. Charlie Dorong UNIPA Jadi Penggerak Pembangunan Berkelanjutan di Papua

  • By
  • November 2, 2026
  • 11 views
Prof. Charlie Dorong UNIPA Jadi Penggerak Pembangunan Berkelanjutan di Papua

Bappeda Papua Barat dan Terra Abadi Papua Jajaki Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan

  • By
  • Oktober 27, 2026
  • 19 views
Bappeda Papua Barat dan Terra Abadi Papua Jajaki Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan

Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

  • By
  • Oktober 9, 2026
  • 23 views
Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

  • By
  • Oktober 6, 2026
  • 32 views
Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

Mnukwar FC Mulai Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, 35 Anak Ikuti Latihan Perdana

  • By
  • Oktober 5, 2026
  • 29 views
Mnukwar FC Mulai Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, 35 Anak Ikuti Latihan Perdana