Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung

Foto tangkapan layar video, keluarga korban selamat pada insiden penembakan yang menewaskan 9 warga dan puluhan korban tembak di Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026). – Tudepoin/Ist

Jayapura, Tudepoin— Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Papua Tengah, Lis Tabuni, mengecam keras insiden penembakan yang menewaskan sembilan warga sipil dalam kontak tembak antara TNI dan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026).

Dalam pernyataannya, Lis Tabuni menyatakan duka mendalam atas tragedi yang menimpa masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang seharusnya dilindungi oleh negara.

“Seharusnya warga sipil tidak boleh disentuh oleh senjata negara. Alat negara yang dibeli dengan uang rakyat justru digunakan tidak tepat. Dalam hukum adat Papua dan hukum internasional, menyerang warga sipil, apalagi ibu dan anak, adalah pelanggaran berat,” kata Lis Tabuni melalui seluler kepada media, Jumat (17/4/2026).

Lis menyoroti bahwa kejadian ini bukan yang pertama. Ia mengingatkan bahwa pola serupa terjadi di Kabupaten Dogiyai dan kemungkinan akan berulang di wilayah lain jika tidak ada perubahan kebijakan.

“Saya saksi hidup konflik di Puncak Jaya tahun 2005/2006. Saya tahu trauma yang dirasakan masyarakat. Mereka tidak bisa ke kebun, tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat. Pengungsian dan kelaparan akan mengikuti. Tolong kembalikan hak kami untuk hidup damai di tanah kami, bukan mati karena moncong senjata,” ucapnya tegas.

TNI versus TPNPB

Dalam pemberitaan berbagai media, kedua pihak yang berkonflik saling menuding perihal pelaku penembakan warga sipil yang berada di pengungsian.

Namun, laporan warga Puncak di lokasi menyebut penyerangan dilakukan oleh personel TNI di Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo, Distrik Kembru.

“Para korban tewas karena terkena tembakan akibat penyerangan membabi buta [oleh aparat keamanan] di sejumlah kampung [di] Distrik Kembru. Sembilan orang yang sudah diidentifikasi, dan dievakuasi lalu dimakamkan secara adat,” kata Yumbunik Murib, Jumat (17/4/2026), dilansir Jubi.id.

Data sembilan korban tewas itu adalah adalah Wundilina Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun), dan balita bernama Para Walia (5 tahun).

Sementara korban luka adalah Onde Walia (5 tahun), Aliko Walia (5 tahun), Nokia Kogoya (21 tahun), Anite Telenggen (19 tahun) dan Daniton Tabuni. Anite Telenggen dan Onde Walia sudah dirujuk ke Jayapura dan Nabire, sementara korban luka lainnya di rawat di Rumah Sakit Mulia. Korban luka ini belum termasuk yang dirawat di rumah.

Lis Tabuni, Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah. – dok/tudepoin

Atas insiden kemanusiaan ini, Lis Tabuni meminta Komnas HAM RI segera menyelidiki kasus ini, serta menyerukan kepada Kapolri, Panglima TNI, dan Presiden untuk tidak menutup mata terhadap pelanggaran HAM berulang di tanah Papua.

Lis menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi solusi. Putri asli Puncak Jaya ini juga meminta negara memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak, yang menjadi korban paling rentan dalam setiap konflik bersenjata.

“Negara harusnya menjadi pelindung, bukan musuh rakyatnya. Kami tidak ingin terus menjadi pengungsi dari hutan ke hutan, dari kampung ke kampung. Biarkan kami hidup dan mati di tanah kami, oleh alam dan Tuhan, bukan oleh senjata,” katanya. (*)

  • Related Posts

    Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

    MANOKWARI, Tudepoint(9/10/2026) – Dokter Franciscus Tanuardus, yang dikenal dengan julukan The Football Mad Doctor, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Barat periode 2026–2030. Kedatangan dokter yang…

    Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

    Manokwari, Tudepoint(6/10/2026) — Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si. sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

    • By
    • Oktober 9, 2026
    • 8 views
    Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

    Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

    • By
    • Oktober 6, 2026
    • 17 views
    Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

    Mnukwar FC Mulai Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, 35 Anak Ikuti Latihan Perdana

    • By
    • Oktober 5, 2026
    • 18 views
    Mnukwar FC Mulai Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, 35 Anak Ikuti Latihan Perdana

    Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

    • By
    • Oktober 4, 2026
    • 23 views
    Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

    Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

    • By
    • September 27, 2026
    • 24 views
    Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

    Ketika Papua Kaya Pangan, tetapi Bergantung pada Beras

    • By
    • September 27, 2026
    • 31 views
    Ketika Papua Kaya Pangan, tetapi Bergantung pada Beras