
Manokwari, Tudepoint(5/10/2026) — Mnukwar FC memulai program pembinaan sepak bola anak usia dini dengan menggelar latihan perdana di Lapangan Mini Soccer ARO M, Manokwari, Senin (5/10/2026). Sebanyak 35 anak berusia 7–14 tahun mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Umum Mnukwar FC, dr. Frans Tan, mengapresiasi kepercayaan para orangtua yang mengikutsertakan anak-anak mereka dalam program pembinaan tersebut.
“Lapangan ini saya dedikasikan untuk anak-anak. Saya senang melihat mereka bermain bola. Ada kebahagiaan tersendiri bagi saya,” kata Frans, yang dikenal dengan julukan The Football Mad Doctor.

Menurut Frans, fasilitas yang dimiliki Mnukwar FC berupa dua lapangan mini soccer dan satu lapangan sepak bola berstandar nasional diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk berlatih, bermain, dan mengembangkan kemampuan sepak bola mereka.
Ia mengatakan fasilitas tersebut terbuka untuk mendukung proses pembinaan sejak usia dini. Dengan lingkungan latihan yang memadai, anak-anak diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pembukaan latihan perdana ditandai dengan penyerahan jersey latihan oleh Frans kepada empat perwakilan peserta. Jersey tersebut selanjutnya akan digunakan anak-anak dalam program latihan yang dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam sepekan.
Mantan Pemain Perseman Jadi Pelatih

Program pembinaan Mnukwar FC juga melibatkan sejumlah mantan pemain Perseman Manokwari yang telah memiliki lisensi kepelatihan mulai dari D, C hingga B.
Frans optimistis pengalaman para mantan pemain yang dipadukan dengan pengetahuan kepelatihan dapat membantu membentuk generasi baru pesepak bola Manokwari.
Pembinaan, menurut dia, tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan pemain yang memiliki kemampuan teknik sepak bola, tetapi juga membentuk anak-anak dengan karakter yang kuat.
Koordinator Kepelatihan Mnukwar FC, Paulus Krey, mengatakan aspek tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam program latihan.
Dalam sesi diskusi bersama para orangtua, Krey menjelaskan bahwa anak-anak tidak hanya akan mendapatkan materi dasar dan teknik bermain sepak bola.
“Bukan hanya supaya anak-anak jago bermain bola. Kami juga memberikan pendidikan karakter agar ke depan mereka memiliki karakter yang kuat, disiplin, dan respek terhadap kawan maupun orangtua,” ujar pelatih berlisensi C AFC ini.
Dengan konsep tersebut, lapangan sepak bola tidak hanya diposisikan sebagai tempat mengasah kemampuan mengolah bola, tetapi juga sebagai ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab dan rasa hormat.
Orangtua Jadi Bagian Penting Pembinaan

Bendahara Mnukwar FC, Ezrom Batorinding, mengatakan keberhasilan program pembinaan membutuhkan keterlibatan orangtua.
Dukungan itu antara lain dengan memastikan anak mengikuti latihan secara rutin tiga kali seminggu, termasuk mengantar mereka ke Lapangan ARO M. Orangtua juga diharapkan ikut menopang keberlangsungan program melalui biaya pendaftaran dan iuran bulanan.
Menurut Batorinding, pembinaan pemain usia dini tidak dapat dilakukan pelatih dan pengurus klub seorang diri.
“Kita tidak bisa membina anak sendiri. Perlu bantuan orangtua juga. Kita saling mengingatkan dan menguatkan anak-anak kita,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara klub, pelatih dan keluarga dapat membuat program tersebut berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak bagi perkembangan anak dan sepak bola di Manokwari.
Dalam sesi diskusi, sejumlah orangtua menyampaikan apresiasi kepada Frans Tan dan jajaran Mnukwar FC karena telah membuka kesempatan bagi anak-anak mereka untuk mendapatkan pembinaan sepak bola secara terarah.
Para orangtua juga menyatakan kesiapan mendukung para pelatih dalam proses pembinaan.
Latihan perdana itu menjadi awal program pembinaan yang dirancang Mnukwar FC untuk membangun fondasi sepak bola Manokwari dari kelompok usia muda. Dengan fasilitas lapangan, pelatih berlisensi dan keterlibatan orangtua, Mnukwar FC berharap anak-anak tidak hanya berkembang menjadi pesepak bola yang terampil, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh dan memiliki rasa hormat.*
(Abe)






