Jayapura, 31/10/2024 – Di bawah langit cerah Jayapura, suara-suara menggema di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Kamis, 31 Oktober 2024. Di penghujung Oktober ini, sebanyak 45 anggota DPR Papua resmi dilantik, membuka lembaran baru dalam sejarah demokrasi Bumi Cenderawasih. Prosesi pelantikan, yang dipimpin oleh Kepala Pengadilan Tinggi Jayapura, diadakan dalam rapat paripurna yang penuh khidmat. Momen ini menjadi perayaan keberhasilan kerja keras dan komitmen terhadap aspirasi rakyat Papua.

Para anggota DPR terpilih, yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Mendagri Nomor 100.2.1.4-4599 tahun 2024, kini sah mengemban tanggung jawab untuk periode 2024-2029. Namun, pelantikan kali ini terasa berbeda: tidak ada anggota dari jalur pengangkatan, mengingat proses seleksinya masih berjalan. Suasana ini menghadirkan rasa antisipasi di antara para undangan dan anggota terpilih, menantikan siapa yang nantinya akan melengkapi komposisi lembaga perwakilan rakyat ini.

Hampir 90 persen dari anggota yang dilantik adalah wajah-wajah baru, menandakan perubahan signifikan dalam wajah politik Papua. Hanya enam di antara mereka yang kembali memperoleh mandat rakyat. Dengan beragam latar belakang dan tekad untuk membawa perubahan, mereka kini bersiap menorehkan jejak baru di parlemen Papua.

Tak menunggu lama, anggota DPR yang baru dilantik akan segera menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta pada awal November. Ini adalah tahap awal mereka dalam memahami tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat, sebelum menyusun Tata Tertib (Tatib) DPR Papua dan membentuk alat kelengkapan dewan (AKD).

Berdasarkan perolehan suara dalam pemilu legislatif, pucuk pimpinan DPR Papua telah ditetapkan. Kursi Ketua akan diisi oleh Partai Golkar, sementara posisi Wakil Ketua I menjadi milik Partai NasDem, Wakil Ketua II diisi oleh PDI Perjuangan, dan Wakil Ketua III oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pelantikan ini tidak sekadar seremoni; ia adalah pengingat akan janji-janji yang diucapkan, komitmen yang tertulis, dan harapan masyarakat Papua yang menggantung tinggi. Di pundak mereka, kini ada harapan, tanggung jawab, dan janji untuk masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga Papua.(CR-05)

Related Posts

Jayapura, Tudepoint (6 Juli 2026) – Tim kolaborasi film Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita telah menyerahkan uang tiket sukarela senilai Rp517.928.770 dari para penonton untuk menjadi bantuan kemanusiaan bagi para…

Jakarta(26/5/2026) – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan mitra pembangunan menggelar Forum Dialog Kemitraan Percepatan Pembangunan Tanah Papua di Novotel Jakarta Cikini, Selasa (26/5/2026). Forum tersebut menjadi ruang koordinasi dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HAM DAN KEAMANAN

Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

  • Juli 4, 2026
  • 38 views
Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

  • Juli 4, 2026
  • 40 views
PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

  • Juli 3, 2026
  • 33 views
Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

  • Mei 15, 2026
  • 84 views
Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

  • Mei 13, 2026
  • 54 views
Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua

  • Mei 13, 2026
  • 114 views
Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua