Gangguan tersebut berdampak pada wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom, Jayawijaya, Sarmi, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, dan Yalimo. Penurunan kualitas jaringan terutama terjadi pada layanan 2G.
Berdasarkan data teknis, sekitar 410 perangkat jaringan (network elements) terdampak. Namun, hingga siang hari, sebanyak 403 site atau menara telekomunikasi dilaporkan telah kembali normal secara bertahap.
Gangguan disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, kerusakan pada kabel laut (Sistem Komunikasi Kabel Laut/SKKL) di segmen Sorong–Jayapura yang terjadi sejak 30 Maret 2026. Kedua, dugaan kerusakan kabel fiber optik darat milik Telkom di KM 24 Patara, pada jalur Sarmi menuju Jayapura.
Kerusakan kabel darat tersebut menyebabkan akses ke jaringan Metro Ethernet Telkom Jayapura dan perangkat mobile terputus sejak pukul 06.47 WIB.
Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan untuk memulihkan layanan. Di antaranya adalah pengaktifan Power Feeding Equipment (PFE) di Jayapura untuk mengalihkan trafik melalui jalur SMPCS Jayapura–Sorong via Biak dan Manokwari. Upaya ini berhasil mengembalikan sebagian besar layanan.
Selain itu, operator juga tengah menyiapkan koneksi cadangan menggunakan layanan satelit Starlink dengan kapasitas 300 Mbps. Proses aktivasi masih berlangsung.
Teknisi Telkom saat ini juga melakukan pengecekan langsung di lokasi dugaan kerusakan kabel pada segmen Sarmi–Jayapura untuk mempercepat proses perbaikan.
Sejumlah laporan media menyebutkan gangguan ini sempat menghambat aktivitas masyarakat, termasuk layanan perbankan, komunikasi, dan transaksi digital di Jayapura dan sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan jaringan masih terus dilakukan. Operator memastikan layanan akan kembali normal sepenuhnya setelah perbaikan infrastruktur selesai.
“Tim teknis telah melakukan penggantian perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai sebagai bagian dari langkah penanganan,” kata Antonius Joko Sritomo, dilansir jubi.id
Bukan pertama
Peristiwa ini bukan yang pertama. Internet di Jayapura telah mengalami beberapa kali gangguan serius atau kelumpuhan, terutama akibat putusnya kabel laut Telkomsel (kabel bawah laut).
Gangguan besar tercatat pada tahun 2021, pada bulan Mei-Juni. Gangguan jaringan internet yang terjadi cukup panjang, tercatat hingga 40 hari akibat kabel laut terputus, menyebabkan lumpuhnya akses data di Jayapura dan beberapa kabupaten sekitar.
Kemudian kembali terjadi pada 9 April 2026, yang melumpuhkan layanan selama hampir lima jam, mulai dari pukul 08.47 WIT hingga siang hari, yang berdampak pada puluhan ribu pengguna.
Kemudian, Merauke, Papua Selatan. Daerah ini dilaporkan sering mengalami gangguan internet selama 9 tahun terakhir (sejak 2016) dan sempat memicu kemarahan warga pada Agustus 2025. (tudepoin/Angel)




