
Jayapura (18/10/2025) —Sore di Stadion Lukas Enembe itu seperti menahan napas panjang. Udara lembab lembah Kampung Harapan berbaur dengan teriakan ribuan pendukung yang berpadu antara harap dan gugup. Dan di tengah sorak yang tak pernah reda, Mutiara Hitam kembali berkilau — meski tertatih, meski hanya dengan sepuluh pemain.
Persipura Jayapura menundukkan Persiba Balikpapan dengan skor tipis 1–0 dalam laga pekan keenam Liga 2 Championship Indonesia, Minggu, 18 Oktober 2025. Kemenangan yang lahir bukan dari kemewahan strategi, melainkan dari keberanian bertahan dan semangat yang menolak padam.
Sepuluh Pemain, Satu Tekad

Pertandingan berubah tensi ketika Mateus da Silva harus meninggalkan lapangan pada menit ke-60 setelah diganjar kartu merah. Dalam situasi timpang itu, para pemain Persipura justru bermain dengan determinasi yang lebih keras — seolah kehilangan satu rekan justru menyalakan bara di dada mereka.
Dan pada menit ke-75, bara itu meledak menjadi sorak kemenangan. Kelly Sroyer, dengan ketenangan khasnya di sisi sayap, mengirim umpan matang ke jantung pertahanan Persiba. Ramai Rumakiek, anak muda yang lahir dari tanah ini, menyambutnya dengan satu sentuhan terukur. Bola melesat deras, menembus jala. Stadion pun pecah. Skor berubah 1–0, dan tak bergeming hingga peluit panjang berbunyi.
Tujuh Hari, Tiga Poin, Satu Harapan

Bagi pelatih Rahmad Darmawan, kemenangan ini lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Dalam tujuh hari pertama masa kepelatihannya, ia melihat sekelompok pemain yang belajar untuk saling mempercayai lagi — membangun ulang kepercayaan diri yang sempat pudar.
“Saya hanya ingin berterima kasih kepada para pemain,” katanya usai laga. “Mereka bermain disiplin, berjuang sampai menit terakhir. Ini kemenangan yang lahir dari kerja keras bersama.”
Hasil ini membawa Persipura naik ke peringkat keempat klasemen sementara Grup B Wilayah Timur. Sebuah awal yang sederhana, tapi cukup untuk menyalakan kembali impian.
Menatap Barito, Menyala Lagi di Kandang
Sabtu, 25 Oktober 2025 mendatang, Persipura akan kembali berlaga di kandang — menghadapi Barito Putera, tim yang kini bercokol di peringkat kedua dengan 15 poin. Laga itu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Rahmad Darmawan dan pasukannya.
Bagi para suporter, mereka berharap sorak kemenangan di Lukas Enembe tak berhenti di satu malam ini saja. Mereka ingin melihat Mutiara Hitam terus bersinar — bukan hanya dari skor di papan, tapi dari semangat di dada para pemainnya.
Di bawah langit Jayapura yang mulai gelap, kemenangan ini terasa seperti janji kecil: bahwa Persipura belum selesai. Bahwa kisah tentang kebangkitan masih terus ditulis, satu gol, satu perjuangan, satu harapan pada setiap laga.(*)








