
Jayapura (6/12/2025) — Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) menggelar kegiatan nonton bareng serta diskusi film dokumenter berjudul Makanan Bergizi Gratis di Putaran Taxi Perumnas 3 Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini dihadiri pelajar dari berbagai sekolah di Kota dan Kabupaten Jayapura.
Film dokumenter garapan Watchdoc tersebut menjadi pemantik bagi SPWP untuk mendorong kesadaran publik dalam menyikapi secara kritis program pemerintah terkait Makanan Bergizi Gratis (MBG). Film ini juga merangkum aksi yang dilakukan SPWP pada Januari lalu, yang turut menjadi perhatian tim Watchdoc hingga diangkat dalam sebuah dokumenter.
Fernando Ahayo, anggota SPWP sekaligus moderator kegiatan dari SMA Negeri 7 Jayapura, menjelaskan bahwa acara ini dipilih dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat menyaksikan dan menilai sendiri pelaksanaan program MBG.
“Kami ingin membangun kesadaran secara terbuka, mengajak saudara-saudara, bapak/ibu untuk menanggapi program yang diberikan negara secara kritis. Film ini membuktikan bahwa program negara itu tidak berjalan baik-baik saja,” ujar Ahayo.
Fernando menegaskan bahwa kebutuhan utama pelajar Papua tetap berada pada akses pendidikan yang layak, bukan sekadar program makanan.

“Harapan kami, program MBG dihapuskan dan digantikan dengan pendidikan gratis. Pemerintah juga harus melihat kondisi pendidikan di pedalaman yang masih sangat kurang. Pelajar butuh pendidikan, bukan hanya makanan bergizi gratis,” tegasnya.
Sementara itu, Yordan Mulikma, pelajar SMK Negeri 1 Sentani yang turut hadir, menyampaikan bahwa program MBG perlu dikaji ulang, terutama terkait keamanan konsumsi bagi pelajar.
“Ini menjadi pesan penting bagi rakyat Papua bahwa MBG yang diproduksi pemerintah bukan makanan yang bagus untuk pelajar. Dampaknya bisa mengganggu psikologis. Kita hanya terima barang jadi tanpa tahu proses di baliknya, jadi harus berhati-hati,” ungkap Yordan.
Ia berharap pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan ini secara serius, terutama dalam konteks Papua.
“Kami berharap Presiden Prabowo dan Wakil Presiden mengevaluasi MBG. Anggaran besar ini belum ada gunanya bagi siswa di Papua, terutama bagi keluarga dengan ekonomi rendah. Transparansi program juga sangat kurang,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri pelajar dari berbagai sekolah di Sentani dan Kota Jayapura yang tergabung dalam SPWP. Melalui forum terbuka ini, SPWP berharap suara pelajar dapat didengar oleh pemerintah dan masyarakat luas.(*)
Reporter : Son David






