
JAKARTA(9/4/2026) – Pemerintah Provinsi Papua Barat bergerak cepat dalam menarik investasi asing guna mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memimpin langsung pertemuan strategis dengan delegasi investor asal Tiongkok yang dipimpin oleh Madam Gou di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rosse, Restaurant Jia tersebut, fokus utama pembicaraan tertuju pada rencana pengembangan Bandara Rendani Manokwari. Infrastruktur vital yang sempat tertunda pengembangannya selama kurang lebih enam tahun ini mendapatkan angin segar.
“Kami memaparkan berbagai potensi unggulan Papua Barat, mulai dari sektor kelautan, migas, hingga rencana hilirisasi industri ethanol berbasis singkong,” ujar Gubernur Papua Barat dalam keterangannya.
Madam Gou, mewakili delegasi investor Tiongkok, menyatakan komitmen awal untuk mendukung pengembangan Bandara Rendani dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp7 triliun. Proyek ini rencananya akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Secara teknis, pengembangan bandara akan mencakup pembangunan runway sepanjang 2.500 meter dan penyediaan tiga unit garbarata. Meski demikian, pihak investor menekankan bahwa realisasi investasi akan tetap mempertimbangkan kondisi geopolitik serta stabilitas nilai tukar mata uang.
Perluasan Sektor Investasi Selain infrastruktur perhubungan, pertemuan tersebut juga membahas kerja sama di bidang teknologi dan ketahanan pangan. Beberapa poin krusial yang turut dibahas meliputi:
- Telekomunikasi: Rencana peningkatan jaringan berbasis satelit.
- Lingkungan: Penawaran teknologi pengolahan sampah.
- Perikanan: Pembangunan fasilitas cold storage guna mendukung ekspor langsung hasil laut ke Shanghai, Tiongkok.
- Energi: Penjajakan potensi blok migas dan kebutuhan energi terbarukan.
Direktur Doreka Foundation, Bapak Toni, yang bertindak sebagai penghubung dalam pertemuan ini, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan jaringan investasi internasional untuk membuka isolasi ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Tindak Lanjut ke Shanghai Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Papua Barat diundang untuk berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Regional di Shanghai pada Mei 2026 mendatang. Dalam forum tersebut, Gubernur Papua Barat dijadwalkan hadir sebagai pembicara sekaligus mempromosikan potensi investasi daerah melalui pameran.
Agenda di Shanghai juga akan mencakup kunjungan kerja ke pabrik PT KONS untuk mempelajari transfer teknologi pengolahan sampah.
Menutup pertemuan, Gubernur telah menginstruksikan jajaran Kepala Perangkat Daerah, mulai dari Bappeda, Dinas Perhubungan, hingga Dinas ESDM, untuk segera menyusun proposal proyek strategis (khususnya sektor bandara dan telekomunikasi) agar kerja sama ini dapat segera memasuki tahap implementasi.(abe)




