BRIDA Papua Barat Pelajari Pengembangan Ekosistem Riset dan Inovasi di Jawa Tengah

MANOKWARI ( 19/5/2026) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja ke BRIDA Provinsi Jawa Tengah dalam rangka koordinasi dan konsultasi pengembangan riset serta inovasi daerah, Selasa (19/5/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Sekretaris BRIDA Papua Barat, Omheryo Erenst Ngabalin, S.Hut., M.P., bersama Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan, Irianti Pasaribu, SE., M.Si., serta Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Daerah, Ir. Heri Bertus H. Wiryawan, ST., M.Sc.

Rombongan BRIDA Papua Barat disambut langsung Kepala BRIDA Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si.

Sekretaris BRIDA Papua Barat, Omheryo Erenst Ngabalin, S.Hut., M.P., bersama Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan, Irianti Pasaribu, SE., M.Si., serta Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Daerah, Ir. Heri Bertus H. Wiryawan, ST., M.Sc. ketika foto bersama dengan Kepala BRIDA Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si dan staf, di Semarang, Selasa(19/5/2026)

Dalam pemaparannya, Mohamad Arief menjelaskan bahwa kelembagaan BRIDA Jawa Tengah saat ini telah menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pedoman Pembentukan dan Nomenklatur Badan Riset dan Inovasi Daerah.

Struktur kelembagaan BRIDA Jawa Tengah terdiri atas Kepala BRIDA, Sekretaris BRIDA, tiga kepala subbagian, UPTD Kebun Raya, serta kelompok jabatan fungsional.

Ia menjelaskan, BRIDA Jawa Tengah memiliki sejumlah peran strategis dalam pembangunan daerah, di antaranya memperkuat perencanaan pembangunan melalui penyediaan masukan strategis dalam penyusunan RPJPD 2025–2045, RPJMD 2025–2029, RKPD 2025, dan dokumen perencanaan daerah lainnya.

Selain itu, BRIDA Jawa Tengah juga berperan sebagai orkestrator pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah, penyusun rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), hingga menjadi penyusun policy brief bagi Gubernur Jawa Tengah dan pimpinan perangkat daerah dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, BRIDA Jawa Tengah turut memaparkan sejumlah capaian di bidang inovasi daerah. Sejak 2019 hingga 2025, Provinsi Jawa Tengah secara konsisten meraih predikat Provinsi Sangat Inovatif.

Pada tahun 2025, Indeks Inovasi Daerah Jawa Tengah mencapai angka 82,63 dengan total 184 inovasi daerah. Secara kumulatif, sepanjang periode 2022–2025 tercatat sebanyak 858 inovasi daerah berhasil dikembangkan, termasuk 17 inovasi yang meraih penghargaan nasional dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.

Tak hanya itu, lebih dari 2.480 inovasi masyarakat telah difasilitasi BRIDA Jawa Tengah sejak 2010 hingga 2025.

Presentase dari Kepala BRIDA Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si bersama jajarannya dengan Sekretaris BRIDA Papua Barat, Omheryo Erenst Ngabalin, S.Hut., M.P., bersama Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan, Irianti Pasaribu, SE., M.Si., serta Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Daerah, Ir. Heri Bertus H. Wiryawan, ST., M.Sc, di Semarang, Selasa (19/5/2026).

Beberapa inovasi unggulan yang telah diimplementasikan antara lain Program Speling untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, Mageri Segoro sebagai upaya mitigasi lingkungan pesisir, Kecamatan Berdaya untuk melindungi dan memberdayakan perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan anak muda kreatif, serta Kemitraan Sekolah Swasta guna memperluas akses pendidikan.

Kepala BRIDA Jawa Tengah menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Tengah dalam memajukan riset dan inovasi daerah tidak bertumpu pada kerja individu, melainkan kerja sama tim yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan melalui konsep pentahelix yang mencakup pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media.

“Keberhasilan inovasi daerah lahir dari kolaborasi semua pihak dalam satu super tim,” ujarnya.

Pada akhir pertemuan, BRIDA Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi bersama BRIDA Papua Barat dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi daerah di Papua Barat.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antardaerah dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat.(abe)

Admin

Related Posts

Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

Saya baru mengenal dr. Frans Tan pada April 2024. Waktu itu, Manokwari Old Star datang ke Jayapura untuk mengikuti Turnamen Sepak Bola Old Star Cigombong Putra. Sebagai mantan pemain Perseman,…

Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

Manokwari, Tudepoint(27/9/2026) — Perubahan pola makan, lingkungan, hingga cara masyarakat memperoleh makanan tidak hanya mengubah kebiasaan hidup. Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh manusia,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

  • By
  • Oktober 4, 2026
  • 10 views
Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

  • By
  • September 27, 2026
  • 18 views
Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

Ketika Papua Kaya Pangan, tetapi Bergantung pada Beras

  • By
  • September 27, 2026
  • 25 views
Ketika Papua Kaya Pangan, tetapi Bergantung pada Beras

Jejak DNA Papua Membuka Cerita Panjang Migrasi Manusia di Nusantara

  • By
  • September 27, 2026
  • 28 views
Jejak DNA Papua Membuka Cerita Panjang Migrasi Manusia di Nusantara

Gubernur Papua Barat Minta Seluruh OPD Lengkapi Data PAPEDA Jelang Peluncuran 12 Oktober

  • By
  • September 26, 2026
  • 34 views
Gubernur Papua Barat Minta Seluruh OPD Lengkapi Data PAPEDA Jelang Peluncuran 12 Oktober

Jurnalis Jayapura Gelar Doa dan Nyalakan 1.000 Lilin untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

  • By
  • September 25, 2026
  • 18 views
Jurnalis Jayapura Gelar Doa dan Nyalakan 1.000 Lilin untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda