JAYAPURA(20/5/2026) –  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (UNCEN) bersama Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) se-Jayapura menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Aula FKM UNCEN, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, tetapi juga berkembang menjadi forum diskusi dan kritik terhadap kebijakan negara di Papua, khususnya terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai berdampak pada tanah adat, hutan, dan kehidupan masyarakat asli Papua.

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti ekspansi proyek-proyek PSN di Merauke dan sejumlah wilayah Papua yang disebut berdampak pada kerusakan ekosistem hutan serta mengancam ruang hidup masyarakat adat. Film itu juga menyinggung keterlibatan aparat keamanan dalam pengamanan proyek-proyek investasi yang mendapat penolakan dari sebagian warga.

Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) se-Jayapura usai menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Aula FKM UNCEN, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (20/5/2026).

Ketua BEM FKM UNCEN, Yoti Loho, menilai negara belum sepenuhnya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Menurutnya, simbol negara yang seharusnya melindungi rakyat justru dipersepsikan sebagai ancaman oleh sebagian masyarakat.

“Kami sebenarnya percaya merah putih sebagai lambang negara kami. Tetapi ketika merah putih itu sendiri datang mengancam kami, maka hanya ada satu kata: pisah,” ujar Yoti dalam diskusi usai pemutaran film.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNCEN, Yuluku Wasiangen, mengatakan kehadiran PSN di Papua lebih banyak menimbulkan kekhawatiran dibanding manfaat yang dirasakan masyarakat adat. Ia menilai proyek-proyek tersebut berjalan tanpa persetujuan penuh dari pemilik hak ulayat.

“Ini sangat buruk untuk orang Papua. Tidak ada keuntungan yang benar-benar dirasakan masyarakat adat. PSN masuk tanpa izin masyarakat adat dan dibawa dengan pendekatan keamanan serta ancaman,” kata Yuluku.

Wakil Presiden Mahasiswa UNCEN, Frengky Kabak, juga menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan proyek pembangunan di Papua. Ia menilai pembangunan yang dipaksakan dapat berdampak pada hilangnya identitas dan ruang hidup masyarakat adat Papua.

“Kalau kita diam dan tidak melawan, maka besok kita akan punah. Karena itu hanya ada satu kata: lawan,” tegas Frengky.

Diskusi dalam kegiatan nobar tersebut memperlihatkan meningkatnya keresahan sebagian mahasiswa Papua terhadap proyek-proyek pembangunan berskala besar yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan hak masyarakat adat dan pendekatan kemanusiaan di Tanah Papua. (Elwen)

 

Related Posts

Jayapura(22/5/2026)-  Setelah diputar di lebih dari 1.800 titik nonton bareng (nobar), film dokumenter Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita hari ini resmi tayang di kanal Youtube JubiTV. Vincen Kwipalo, Masyarakat Adat…

JAYAPURA (13/5/2026) – Film dokumenter investigatif berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita telah beredar dan diperkenalkan kepada publik dengan membawa isu besar tentang perampasan tanah, eksploitasi sumber daya alam,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HAM DAN KEAMANAN

Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

  • Juli 4, 2026
  • 50 views
Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

  • Juli 4, 2026
  • 51 views
PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

  • Juli 3, 2026
  • 42 views
Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

  • Mei 15, 2026
  • 103 views
Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

  • Mei 13, 2026
  • 63 views
Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua

  • Mei 13, 2026
  • 125 views
Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua