UNIPA, MRIN dan BRIDA Papua Barat Bahas Kerja Sama Penelitian Migrasi Biologis dan Budaya Papua

MANOKWARI (20/5/2026)  — Tim peneliti dari Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) melakukan pertemuan dengan pimpinan Universitas Papua ( UNIPA ) di Rektorat UNIPA, Manokwari, Rabu (20/5/2026), guna membahas rencana kerja sama penelitian terkait pemetaan dampak migrasi biologis dan budaya Papua ke kawasan Wallacea.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Tim Peneliti MRIN,Prof.dr. Herawati Sudoyo, MS, PhD dan diterima langsung oleh Rektor Unipa, Prof.Dr. Hugo Warami, S.Pd, M.Hum, Dalam pertemuan itu, Rektor UNIPA didampingi Prof. Dr. Agustinus Murdjoko,S.Hut, M.Sc dan Dr. Elda Irma J. J. Kawulur, S.Si, M.Si.

Ketua Tim Peneliti MRIN,Prof.dr. Herawati Sudoyo, MS, PhD ketika berbincang-bincang dengan Rektor Unipa, Prof.Dr. Hugo Warami, S.Pd, M.Hum, di Rektorat UNIPA, Manokwari, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tersebut difasilitasi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, sekaligus Plt. Kepala BAPPEDA Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut,M.Si,FLS, bersama Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup BRIDA Papua Barat, Jimmy Oruw, S.Hut, M.Si.

Dalam kesempatan itu, Herawati Sudoyo menjelaskan bahwa kunjungannya ke Manokwari bertujuan membangun kolaborasi penelitian bersama UNIPA dan BRIDA Papua Barat.

Penelitian ini direncanakan berfokus pada Studi Genetik Manusia Indonesia, lebih khusus pada pemetaan dampak migrasi biologis dan budaya masyarakat Papua menuju wilayah Wallacea.

Menurut Herawati, penelitian tersebut akan dilakukan melalui dua studi lapangan yang menyasar dua wilayah utama di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

: Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, sekaligus Plt. Kepala BAPPEDA Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut,M.Si,FLS, bersama Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup BRIDA Papua Barat, Jimmy Oruw, S.Hut, M.Si, foto bersama Tim Peneliti MRIN dan Pihak Universitas Papua, di Rektorat UNIPA, Manokwari, Rabu (20/5/2026).

Kedua wilayah dipilih karena memiliki keragaman bahasa dan sejarah populasi yang berbeda, sehingga dinilai penting untuk memberikan perspektif lebih komprehensif mengenai dinamika genetik dan linguistik masyarakat Papua bagian barat.

Menanggapi rencana tersebut, Hugo Warami menyatakan dukungan penuh dari pihak UNIPA terhadap pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menegaskan bahwa UNIPA siap mendukung kebutuhan tenaga ahli sesuai kompetensi yang dibutuhkan tim peneliti.

Rektor UNIPA juga mengingatkan pentingnya sensitivitas sosial dan budaya dalam pelaksanaan penelitian, terutama saat berinteraksi dengan masyarakat adat Papua.

Tim peneliti dari Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN)

“Tim peneliti perlu memperhatikan sensitivitas ketika bersentuhan dengan masyarakat adat Papua,” ujar Hugo.

Selain mendukung pelaksanaan penelitian, Hugo menilai kerja sama tersebut juga menjadi peluang bagi UNIPA untuk memperluas jejaring kolaborasi riset sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Herawati Sudoyo didampingi peneliti MRIN lainnya, yakni Gludhug Ariyo Purnomo, PhD,  Monika Meili Novita, S.Si dan Andreas Christian, S.Biotek. (abe)

Admin

Related Posts

PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

Perhimpunan Advokat Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAKHAM) Papua mengutuk keras peristiwa kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya sejumlah warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat, 3 Juli…

Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

Executive Committee (Exco) Partai Buruh Provinsi Papua Tengah menyatakan keprihatinan mendalam atas berlanjutnya konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak yang, menurut berbagai laporan, telah menimbulkan korban jiwa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

  • By
  • Juli 4, 2026
  • 0
  • 5 views
Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

  • By
  • Juli 4, 2026
  • 0
  • 8 views
PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

  • By
  • Juli 3, 2026
  • 0
  • 6 views
Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

Penutupan Piala Presiden U-10 dan U-12 Zona Papua Barat Tahun 2026

  • By
  • Juni 30, 2026
  • 0
  • 16 views
Penutupan Piala Presiden U-10 dan U-12 Zona Papua Barat Tahun 2026

Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Minta Publik Tidak Menghakimi Mama Yasinta

  • By
  • Mei 30, 2026
  • 0
  • 21 views
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Minta Publik Tidak Menghakimi Mama Yasinta

Forum Dialog Dorong Percepatan Pembangunan Terintegrasi di Tanah Papua

  • By
  • Mei 26, 2026
  • 0
  • 18 views
Forum Dialog Dorong Percepatan Pembangunan Terintegrasi di Tanah Papua