Dorong Kemandirian Ekonomi, Kepala Distrik Muara Serahkan Bantuan Sembako bagi Pembuka Lahan

Lanny Jaya – Dalam upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Muara, Liben Wenda, S.AP, mengambil langkah proaktif dengan memberikan dukungan bagi warga yang membuka lahan pertanian.

Bantuan tersebut diserahkan dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat yang sedang menggarap lahan baru. Penyerahan dilakukan pada 26 Maret 2026 di Kampung Bonggani, Lualo, dan beberapa kampung lainnya di Distrik Muara, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Liben Wenda menjelaskan bahwa bantuan ini difokuskan untuk mendorong sektor pertanian di kampung-kampung yang tengah membuka lahan baru, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam di wilayahnya sendiri.

“Intinya, kami ingin membangkitkan semangat masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bansos dari pemerintah. Kami ingin mereka lebih mandiri dengan mengandalkan hasil bumi sendiri,” ujarnya melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi, Kamis (26/3/2026) malam.

Ia juga mengajak masyarakat untuk belajar mengelola potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan, guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus mengurangi risiko kelaparan di wilayah Muara.

Perwakilan masyarakat dari Kampung Bonggani dan Lualo, Yopanus Kogoya, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah distrik terhadap warga yang sedang membuka lahan pertanian.

“Kami menilai bantuan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membuka dan mengelola lahan di kampung, khususnya di Bonggani dan Lualo,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah distrik dapat terus memberikan dukungan, tidak hanya berupa sembako, tetapi juga alat-alat kerja pertanian bagi kampung-kampung lain yang sedang membuka lahan baru.

Menanggapi hal tersebut, Liben Wenda menegaskan bahwa pemerintah distrik tidak ingin masyarakat terus bergantung pada bantuan instan.

“Kami tidak ingin memanjakan masyarakat dengan bantuan terus-menerus, tetapi memberikan ‘alat’ agar mereka bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya. ( Elos Wenda )

Admin

Related Posts

Ratusan Orang Nobar ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’

Jayapura, Tudepoin – Sebuah film dokumenter investigative tentang Papua kembali dirilis tahun ini, berjudul: “Pesta Babi: Kolinialisme di Zaman Kita,“ garapan sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini merekam…

Senator Lis Tabuni Mengecam Penembakan Pilot Smart Aviation

Senator Lis Tabuni mengecam keras tindakan oknum yang menghilangkan nyawa warga sipil dalam penembakan pesawat Smart Aviation di Bandara Korowai. Jayapura, tudepoin – Senator Lis Tabuni mengecam keras tindakan oknum…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dorong Kemandirian Ekonomi, Kepala Distrik Muara Serahkan Bantuan Sembako bagi Pembuka Lahan

  • By
  • Maret 26, 2026
  • 0
  • 1 views
Dorong Kemandirian Ekonomi, Kepala Distrik Muara Serahkan Bantuan Sembako bagi Pembuka Lahan

Cahaya Perubahan di Jayawijaya: Dana Desa Wujudkan Listrik di Kampung Yelelo, Warga Desak Infrastruktur Permanen

  • By
  • Maret 21, 2026
  • 0
  • 1 views
Cahaya Perubahan di Jayawijaya: Dana Desa Wujudkan Listrik di Kampung Yelelo, Warga Desak Infrastruktur Permanen

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

  • By
  • Maret 16, 2026
  • 0
  • 3 views
Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

  • By
  • Maret 15, 2026
  • 0
  • 7 views
Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • By
  • Maret 14, 2026
  • 0
  • 5 views
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 6 views
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM