Ratusan Orang Nobar ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’

Jayapura, TudepoinSebuah film dokumenter investigative tentang Papua kembali dirilis tahun ini, berjudul: “Pesta Babi: Kolinialisme di Zaman Kita, garapan sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale.

Film ini merekam bagaimana orang-orang Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di Selatan Papua melawan proyek biodisel sawit dan bioetanol tebu untuk bahan bakar kendaraan.

Bersamaan dengan kisah mereka, film ini juga menggambarkan isu separatisme dan 60 tahun operasi militer Indonesia yang terkait dengan eksploitasi tanah Papua.

Film dokumenter investigatif ini merupakan hasil kolaborasi Jubi Media, Watchdoc, Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia, yang merekam bagaimana jaringan politikus, investor, militer, dan gereja berhadapan dengan gerakan sosial masyarakat dan komunitas adat.

Theresia Putri dari Greenpeace Indonesia bilang, nobar tersebut merupakan pre-lounching, yang akan diikuti dengan rilis resmi pada April 2026 mendatang. Dalam tahapan pre-lounching, dokumenter berdurasi 90 menit tersebut diputar di sejumlah wilayah Indonesia hingga luar negeri, dalam pekan pertama Maret ini.

Suasana Nobar, dihadiri 200an orang di Aula Susteran Maranatha Waena, Kota Jayapura, Jumat (6/3/2026). – Tudepoin/Ana

Di Jayapura, dokumenter ini diputar di Aula Susteran Maranatha Waena, pada Jumat (6/3/2026), dengan dihadiri lebih dari 200 orang.

“[Pre-lounching] ini bertujuan membawa film ‘Pesta Babi-kolonialisme di Zaman Kita’ pulang ke rumahnya, film diputar untuk ditonton oleh orang Papua khususnya masyarakat adat yang terdampak PSN [Proyek Strategis Nasional], sebelum dirilis untuk audiens lebih luas,” kata Putri, Senin (9/3/2026).

Kata Putri, hasil dari nobar tersebut diharapkan adanya masukan atau saran dari audiens, terutama masyarakat adat dan orang Papua.

“Masukan-masukan tersebut akan kami bawa ke tim produksi maupun kolaborator film untuk menjadi bahan diskusi bersama,” ujarnya.

Selain di Jayapura, nobar “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” juga digelar di Merauke, hingga luar negeri seperti Selandia Baru dan Australia. (*)

 

Related Posts

Staf Ahli Gubernur Papua Barat Buka Rakornis Perencanaan Pembangunan Pertanian 2026

Manokwari(23/4/2026) — Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nency T.L. Wyzer, SH., MM., secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis)…

Senator Lis Tabuni dorong pembentukan Balai Inseminasi Buatan di Papua Tengah

Foto bersama usai rapat kerja Komite II DPD RI bersama Balai Inseminasi Buatan Lembang, Jawa Barat, yang juga dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wakil Bupati Lembang Barat, serta peserta…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Staf Ahli Gubernur Papua Barat Buka Rakornis Perencanaan Pembangunan Pertanian 2026

  • By
  • April 23, 2026
  • 0
  • 1 views
Staf Ahli Gubernur Papua Barat Buka Rakornis Perencanaan Pembangunan Pertanian 2026

Senator Lis Tabuni dorong pembentukan Balai Inseminasi Buatan di Papua Tengah

  • By
  • April 20, 2026
  • 0
  • 18 views
Senator Lis Tabuni dorong pembentukan Balai Inseminasi Buatan di Papua Tengah

Mahasiswa mengutuk penembakan warga sipil di Puncak

  • By
  • April 20, 2026
  • 0
  • 8 views
Mahasiswa mengutuk penembakan warga sipil di Puncak

GMKI Jayapura Desak Investigasi Independen Konflik Bersenjata di Puncak dan Dogiyai

  • By
  • April 20, 2026
  • 0
  • 10 views
GMKI Jayapura Desak Investigasi Independen Konflik Bersenjata di Puncak dan Dogiyai

Persipura Menang Telak 3–1 atas PSIS Semarang

  • By
  • April 18, 2026
  • 0
  • 4 views
Persipura Menang Telak 3–1 atas PSIS Semarang

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung

  • By
  • April 18, 2026
  • 0
  • 23 views
Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung