Jayapura, (28/10/2025) – Jemaat Gereja Baptis Wahno memperingati Hari Pekabaran Injil (HPI) ke-69 dengan menggelar ibadah syukur dan bazar di halaman gereja, Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penggalangan dana untuk mendukung program penginjilan dan perayaan Natal.

Gembala Jemaat, Pdt. Epi Kogoya, S.Th, dalam khotbahnya menegaskan bahwa tujuan Injil masuk ke Tiom, Lanny Jaya, adalah untuk membawa keselamatan bagi setiap suku bangsa, khususnya masyarakat Lanny.

“Injil telah membawa perubahan besar bagi masyarakat Lanny Jaya. Karena itu, kita dipanggil untuk terus memberitakan kabar baik ini kepada sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat, Julius Tabuni, S.T, menjelaskan bahwa dalam perayaan tersebut jemaat mempersembahkan hasil bumi sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang telah diterima.

“Hasil bumi yang dipersembahkan akan dijual, dan hasil penjualannya digunakan untuk mendukung pelayanan penginjilan,” jelasnya.

Dari kalangan muda, Geris Wenda menyampaikan bahwa peringatan HPI menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman tentang Injil dan memperkuat iman.

“Ini bukan hanya perayaan, tapi juga waktu untuk merenungkan kembali bagaimana Injil mengubah hidup dan budaya masyarakat kami,” katanya.

Sebagai bagian dari perayaan, panitia juga menggelar bazar jemaat yang diisi oleh pemuda dan sekolah minggu. Ketua panitia, Lany Wenda, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendukung dana Natal dan pelayanan generasi muda.

“Persiapan bazar sudah dilakukan sejak tanggal 27. Kami menjual nasi kuning, jagung rebus, dan es buah dengan harga terjangkau,” ujar Lany.

Hasil penjualan bazar akan dialokasikan untuk kegiatan penginjilan dan perayaan Natal. Bila dana mencukupi, gereja juga berencana mengadakan lomba khusus bagi anak-anak sekolah minggu sebagai bentuk sukacita Natal.(*)

Reporter : Son David

 

  • Related Posts

    Jayapura, Tudepoint(9/9/2026) — Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua mendesak Presiden Republik Indonesia memerintahkan Kepala Kepolisian RI mengusut tuntas pelemparan bom molotov ke Kantor Komisi Nasional Hak Asasi…

    Tudepoint, Manokwari(13/8/2026) — Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak para tokoh agama, masyarakat adat, pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, perempuan, pemuda, dan media memperkuat kolaborasi untuk menjaga hutan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    HAM DAN KEAMANAN

    Koalisi Desak Pengusutan Teror Molotov terhadap Komnas HAM Papua, Jurnalis, dan Pekerja HAM

    • September 9, 2026
    • 12 views
    Koalisi Desak Pengusutan Teror Molotov terhadap Komnas HAM Papua, Jurnalis, dan Pekerja HAM

    Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

    • Juli 4, 2026
    • 77 views
    Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

    PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

    • Juli 4, 2026
    • 74 views
    PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

    Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

    • Juli 3, 2026
    • 71 views
    Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

    Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

    • Mei 15, 2026
    • 133 views
    Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

    Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

    • Mei 13, 2026
    • 81 views
    Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua