
Wamena (15/5/2026) – Di tengah memanasnya konflik horizontal antara kelompok suku Lanny dan Nayak di Wamena, Bupati Nduga, Yoas Beon, mengeluarkan seruan tegas kepada masyarakat Nduga agar tidak terprovokasi dan ikut terseret dalam perang suku yang disebut semakin brutal dan meluas.
Konflik yang terjadi di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, itu dilaporkan telah memakan banyak korban, meski jumlah pasti korban hingga kini belum dapat dipastikan. Situasi keamanan yang memburuk membuat kekhawatiran menyebar di tengah masyarakat, terutama warga pendatang dari berbagai wilayah pegunungan Papua.
Dalam situasi yang mencekam tersebut, Bupati Yoas turun langsung menemui masyarakat Nduga di kawasan Sinakma, Wamena, pada Jumat (15/5/2026). Ia meminta masyarakat tetap menahan diri dan tidak terpancing untuk bergabung dalam aksi penyerangan.
“Saya ada bersama masyarakat di Sinakma sini. Saya berpesan kepada warga masyarakat Nduga yang ada di Kabupaten Jayawijaya bahwa kita harus bertahan diri terhadap situasi yang terjadi. Jangan gegabah bergabung dengan kelompok lalu melakukan penyerangan dan segala macam,” tegas Yoas.
Ia juga menyoroti bahwa perang suku yang terjadi kali ini jauh lebih besar dibanding konflik-konflik sebelumnya dan telah menciptakan ketakutan luas di tengah masyarakat sipil. Menurutnya, konflik tidak lagi hanya menyeret pihak yang bertikai, tetapi juga berdampak terhadap warga lain yang tidak terlibat.
“Peperangan saat ini lebih besar dari peperangan sebelumnya dan sangat brutal. Konflik ini menyebar ke mana-mana dan membuat masyarakat menjadi korban situasi,” ujarnya.
Yoas berharap masyarakat Nduga tidak ikut memperkeruh keadaan, melainkan mengambil peran sebagai penengah untuk mendorong perdamaian di antara kedua pihak yang bertikai.
“Saya berharap kita tidak ikut bergabung dalam peperangan, tetapi menjadi penengah untuk mendamaikan kedua suku yang sedang berkonflik,” pungkasnya. (Elwen)




