Sekda Papua Barat Ajak ASN Papua Barat Belajar Sistem Arsip dari Sejarah Belanda

Manokwari(18/5/2026) – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.T.P menekankan pentingnya membangun sistem kearsipan yang tertata dan berkualitas dengan belajar dari pengalaman sejarah, termasuk tata kelola arsip pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Menurut Ali Baham, banyak catatan sejarah penting tentang Papua justru tersimpan dengan baik di Belanda. Berbagai dokumen seperti berita acara penyerahan tanah, pihak yang menyerahkan maupun menerima, masih terdokumentasi secara lengkap dan dapat ditemukan di Den Haag.

“Cerita tentang Papua pada masa penjajahan tersimpan sangat lengkap di Belanda. Berita acara penyerahan tanah, siapa yang menyerahkan dan siapa yang menerima, semua terdokumentasi,” ujar Ali Baham.

Ia menambahkan, daerah seperti Manokwari dan Fakfak yang pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Belanda di Tanah Papua memiliki banyak jejak sejarah yang terekam dalam arsip. Menurutnya, hal tersebut menjadi pelajaran penting mengenai nilai strategis arsip sebagai memori perjalanan suatu bangsa.

Ali Baham juga menyinggung bagaimana pada masa perang, negara-negara cenderung memprioritaskan penyelamatan arsip ke lokasi aman karena dianggap sebagai aset penting negara. Kondisi tersebut berbeda dengan saat ini, ketika berbagai dokumen dan arsip justru banyak hilang akibat musibah, seperti kebakaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Baham saat membacakan sambutan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito pada apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Arfai, Senin (18/5/2026). Apel tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026.

Dalam sambutan Kepala ANRI, peringatan Hari Kearsipan tahun ini mengusung tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan bahwa arsip tidak lagi dipandang sekadar sebagai dokumen masa lalu, melainkan aset strategis bangsa yang berperan penting dalam menentukan arah pembangunan masa depan.

Disampaikan pula bahwa arsip memiliki fungsi sebagai penjaga memori kolektif bangsa yang menjamin validitas data, keberlanjutan nilai, serta akuntabilitas penyelenggaraan negara. Pengelolaan arsip yang autentik, terpercaya, dan terintegrasi dinilai menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan, pelayanan publik, hingga pembangunan nasional.

Kepala ANRI juga menyoroti posisi strategis Indonesia yang saat ini memasuki fase awal menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Berbagai program prioritas nasional, seperti pembangunan sumber daya manusia unggul dan penguatan ketahanan nasional, dinilai membutuhkan dukungan tata kelola pemerintahan yang baik, termasuk sistem kearsipan yang kuat.

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang akuntabel tidak dapat terwujud tanpa sistem kearsipan yang baik. Demikian pula kesinambungan pembangunan dan optimalisasi pelayanan publik memerlukan rekam jejak serta sistem informasi yang terpercaya.

ANRI juga memaparkan capaian transformasi kearsipan nasional sepanjang tahun 2025. Indeks Transformasi Kearsipan yang ditargetkan sebesar 72,03 berhasil melampaui target dengan capaian 73,64. Sementara Indeks Memori Kolektif Bangsa mencapai angka 75,33 atau melebihi target yang telah ditetapkan.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya, tuntutan transformasi digital, hingga belum meratanya tingkat kematangan pengelolaan arsip di berbagai daerah.

Pada momentum Hari Kearsipan ke-55 ini, ANRI mendorong berbagai program strategis, di antaranya pengembangan budaya tertib arsip, perluasan layanan kearsipan kepada masyarakat, serta pengembangan pusat khazanah kearsipan nusantara guna memperkuat akses informasi dan kualitas tata kelola arsip nasional.

Di akhir sambutannya, Kepala ANRI mengajak kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi, hingga masyarakat untuk bersama membangun budaya sadar arsip melalui kolaborasi dan transformasi.

“Negara yang mampu mengelola arsipnya akan mampu mengendalikan masa depannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutup sambutan tersebut.(abe)

 

Admin

Related Posts

Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

Wamena (15/5/2026) – Di tengah memanasnya konflik horizontal antara kelompok suku Lanny dan Nayak di Wamena, Bupati Nduga, Yoas Beon, mengeluarkan seruan tegas kepada masyarakat Nduga agar tidak terprovokasi dan…

Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua

WAMENA(13/5/2026)  – Tim kuasa hukum keluarga almarhum Elki Wunungga dari Perkumpulan Pengacara Hak Asasi Manusia untuk Papua menilai penanganan kasus dugaan penembakan warga sipil oleh oknum anggota Polsek Bokondini, Kabupaten…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Sekda Papua Barat Ajak ASN Papua Barat Belajar Sistem Arsip dari Sejarah Belanda

  • By
  • Mei 18, 2026
  • 0
  • 1 views
Sekda Papua Barat Ajak ASN Papua Barat Belajar Sistem Arsip dari Sejarah Belanda

Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

  • By
  • Mei 15, 2026
  • 0
  • 7 views
Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

  • By
  • Mei 13, 2026
  • 0
  • 7 views
Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua

  • By
  • Mei 13, 2026
  • 0
  • 23 views
Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua

Enam Gubernur Se-Tanah Papua Sepakati “Kesepakatan Timika” untuk Percepatan Pembangunan Papua

  • By
  • Mei 11, 2026
  • 0
  • 10 views
Enam Gubernur Se-Tanah Papua Sepakati “Kesepakatan Timika” untuk Percepatan Pembangunan Papua

Gubernur Papua Barat Daya Minta Fleksibilitas Dana Otsus dan Dukungan Nyata untuk DOB Papua

  • By
  • Mei 11, 2026
  • 0
  • 10 views
Gubernur Papua Barat Daya Minta Fleksibilitas Dana Otsus dan Dukungan Nyata untuk DOB Papua