Friendly Match Manokwari Old Star Ditutup, Asprov PSSI Papua Barat Siapkan Turnamen Usia 40 Tahun

Tudepoint, Manokwari(25/8/2026) — Friendly Match yang digelar Manokwari Old Star resmi ditutup Ketua Asprov PSSI Papua Barat, Faisal Kelian, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang mempertemukan empat tim mantan pemain sepak bola tersebut dinilai tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk mempererat persahabatan dan persatuan para pemain senior di Tanah Papua.

Faisal mengapresiasi inisiatif Manokwari Old Star yang menggelar pertandingan persahabatan tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kebugaran tubuh para mantan pemain sekaligus menjadi ruang untuk kembali membangun kebersamaan.

Foto bersama usai penutupan dengan Ketua Asprov PSSI Papua Barat, Faisal Kelian

“Ini bukan saja menjadi ajang olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh para mantan pemain, tetapi juga menjadi ajang yang gembira, bersahabat dan mempersatukan sesama mantan pemain,” kata Faisal.

Ia mengatakan, Asprov PSSI Papua Barat berencana membuat kegiatan serupa dalam bentuk turnamen yang dikhususkan bagi pemain berusia di atas 40 tahun.

Turnamen tersebut, kata Faisal, bertujuan menggelorakan kembali semangat olahraga di kalangan mantan pemain sepak bola agar tetap aktif dan menjaga kebugaran. Selain itu, turnamen diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan para pemain yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola di Tanah Papua.

“Ini akan terbuka untuk seluruh mantan pemain di Tanah Papua. Saya siapkan hadiah utama Rp50 juta,” ujar Faisal yang langsung disambut tepuk tangan para peserta Friendly Match Manokwari Old Star.

Foto Bersama Sputnix FC dan Stados Unipa FC

Sputnix FC Apresiasi Manokwari Old Star

Apresiasi juga disampaikan Ketua Rombongan Sputnix FC, Stenly Puraro. Mewakili tim asal Jayapura tersebut, Stenly menyampaikan terima kasih kepada Manokwari Old Star yang telah menginisiasi pertandingan persahabatan.

Menurut dia, meski digelar secara sederhana, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pemain Sputnix FC.

Foto bersama Sputnix FC dan Setda Papua Barat FC

“Luar biasa, kami terharu, kami bangga disambut dengan sangat luar biasa. Terima kasih untuk Pa Dokter Frans, Ezrom Batorinding dan semua pemain Manokwari Old Star,” ujarnya.

Stenly juga berjanji akan mengundang Manokwari Old Star ke Jayapura pada tahun depan. Pertandingan persahabatan tersebut, kata dia, akan digelar dengan menjajal Stadion Lukas Enembe.

“Kami akan balas budi dengan menggelar event yang sama pada tahun depan dan kami akan menyambut Manokwari Old Star dengan sebaik mungkin, seperti yang telah kami dapat di sini,” katanya.

Dua legenda sepakbola Papua, Yunias Murai dan Eduard Katunggung

Dua Legenda Tanah Papua Mendapat Apresiasi

Penutupan Friendly Match Manokwari Old Star juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada seluruh tim yang berpartisipasi. Perhatian khusus diberikan kepada dua pemain legenda sepak bola Tanah Papua, yakni Yunias Muray, legenda Perseman Manokwari, dan Eduard Katunggung, legenda Persidafon Jayapura.

Keduanya turut ambil bagian sebagai pemain dalam pertandingan persahabatan tersebut.

Selain apresiasi dari penyelenggara, kedua legenda tersebut juga menerima dana apresiasi dari Anggota DPD RI asal Papua, Henock Puraro.

Legenda Timnas Indonesia, Aples Tecuari dan Legenda Perseman Manokwari Yunias Murai di lapangan Aro M Manokwari

Ketua Asprov PSSI Papua Barat, Faisal Kelian, juga menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Sputnix FC serta memberikan dana apresiasi sebesar Rp3 juta kepada tim tersebut.

Yunias Muray dan Eduard Katunggung mengaku terharu setelah menerima penghargaan tersebut. Keduanya menyampaikan terima kasih kepada Henock Puraro yang dinilai masih memberikan perhatian kepada para mantan pemain dan legenda sepak bola Tanah Papua.

Turnamen sederhana ini selain di ikuti para pemain legenda Perseman Manokwari dan Persidafon Jayapura, juga dikuti oleh salah satu pemain legenda Timnas Indonesia asal papua, Aples Tecuari yang bermain dari Sputnix FC Jayapura.

Kegiatan Friendly Match Manokwari Old Star pun ditutup dalam suasana penuh keakraban, menjadi momentum bagi para mantan pemain untuk kembali berkumpul, bermain bersama dan merawat persaudaraan yang telah terjalin melalui sepak bola. (abe)

 

Admin

Related Posts

Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

MANOKWARI, Tudepoint(9/10/2026) – Dokter Franciscus Tanuardus, yang dikenal dengan julukan The Football Mad Doctor, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Barat periode 2026–2030. Kedatangan dokter yang…

Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

Manokwari, Tudepoint(6/10/2026) — Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si. sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

  • By
  • Oktober 9, 2026
  • 8 views
Diantar Puluhan Legenda Perseman, Dokter Frans Resmi Daftar Calon Ketua PSSI Papua Barat

Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

  • By
  • Oktober 6, 2026
  • 16 views
Charlie Heatubun Resmi Dilantik sebagai Kepala Bappeda Papua Barat

Mnukwar FC Mulai Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, 35 Anak Ikuti Latihan Perdana

  • By
  • Oktober 5, 2026
  • 16 views
Mnukwar FC Mulai Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, 35 Anak Ikuti Latihan Perdana

Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

  • By
  • Oktober 4, 2026
  • 22 views
Dokter “Gila Bola” Itu Sudah Berdiri Depan Gerbang Asprov PSSI Papua Barat

Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

  • By
  • September 27, 2026
  • 22 views
Transisi Gaya Hidup Ubah Mikrobiota Usus, Riset Ungkap Peran Pola Makan dan Lingkungan

Ketika Papua Kaya Pangan, tetapi Bergantung pada Beras

  • By
  • September 27, 2026
  • 28 views
Ketika Papua Kaya Pangan, tetapi Bergantung pada Beras