Keluarga Besar Khouw Bentuk Yayasan Khouw Bersatu Papua untuk Jaga Hutan Sagu dan Danau Sentani

Sentani, (14/9/2025) – Masyarakat adat Suku Khouw di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, kini resmi memiliki wadah hukum berbentuk yayasan bernama Yayasan Khouw Bersatu Papua. Pendirian yayasan ini menjadi tonggak penting bagi upaya pelestarian hutan sagu, pemulihan ekosistem Danau Sentani, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat adat di sekitar danau.

Ketua Badan Pengurus Yayasan, Kristian Epa, S.Sos., mengatakan bahwa yayasan ini lahir dari kesadaran bersama untuk melindungi tanah, hutan, dan sumber daya yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Khouw secara turun-temurun.

“Ini bukan hanya soal legalitas, tetapi tentang menjaga warisan leluhur. Dengan yayasan ini, kita bisa berjuang bersama memulihkan hutan sagu, menjaga danau tetap lestari, serta memperkuat ekonomi keluarga-keluarga di kampung,” ujar Kristian Epa di Ayapo, Rabu (10/9/2025).

Kepala Kampung Adat Ayapo, Lewi Puhili turut melakukan tanda tangan pendirian Yayasan Khouw Bersatu Papua, di hadapan notaris, Minggu (14/9/2025).

Fokus Program Yayasan

Yayasan Khouw Bersatu Papua akan memulai program kerja dengan beberapa fokus utama yaitu pertama, Rehabilitasi Hutan Sagu – Penanaman kembali sagu di kawasan yang mengalami degradasi sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan identitas budaya.

Kedua, pengembangan Ekonomi Berbasis Alam – Menggandeng pemilik dusun untuk mengembangkan homestay, wisata kuliner, dan paket wisata edukasi berbasis alam di Danau Sentani.

Ketiga, Pendidikan dan Pelatihan Generasi Muda – Menyediakan pelatihan bagi anak muda agar menjadi pemandu wisata, pengrajin noken, dan pelaku usaha kecil di kampung.

Dan ke-empat adalah Advokasi dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat – Mengawal kebijakan pembangunan agar tidak mengancam ruang hidup masyarakat Khouw.

Acara Penandatanganan Akta

Untuk meresmikan pendirian yayasan, keluarga besar Khouw mengundang para kepala suku, dewan pembina, dan masyarakat Khouw menghadiri acara penandatanganan akta pendirian yayasan pada Minggu (14/9/2025) di Rumah Besar Keluarga Puhili, Kampung Ayapo.

Acara ini dihadiri langsung oleh notaris Elsye Sisilia Aipassa, SH., M.Kn, yang memberikan arahan mengenai aspek hukum yayasan sehingga pengurus dan masyarakat memahami status serta kewajiban yayasan di mata hukum.

Suara Harapan dari Tokoh Kampung

Kristian Epa menegaskan bahwa pendirian yayasan ini merupakan “pintu masuk untuk perubahan di Kampung Ayapo. “Pergumulan panjang selama 72 tahun Suku Khouw akhirnya menemukan arah baru. Terima kasih kepada semua pihak, kami mohon dukungan dan doa, agar yayasan ini berjalan baik,” ujarnya.

Kepala Kampung Adat Ayapo, Lewi Puhili, juga menyampaikan optimisme serupa. “Pembentukan yayasan ini adalah sesuatu yang baru dan penting. Selama 72 tahun, kegiatan suku hanya bersifat seremonial. Kini kami memiliki wadah untuk bekerja lebih nyata. Kami berdoa kepada Tuhan agar yayasan ini membawa masa depan yang lebih baik bagi generasi di Kampung Ayapo.” ujarnya.

Sementara itu, notaris Elsye Sisilia Aipassa,SH., M.Kn menekankan pentingnya badan hukum. “Kita punya keinginan membangun masyarakat, tetapi perlu lembaga berbadan hukum untuk mewujudkannya. Dengan adanya yayasan, kegiatan bisa berjalan baik, lancar, dan dapat dipercaya. Semoga yayasan ini menjadi berkat bagi masyarakat Kampung Ayapo,” harapnya.(*)

Admin

Related Posts

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Jayapura (16/3/2026) – Aparat keamanan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata yang…

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Manokwari (15/3/2026) – Penelitian internasional menunjukkan ciri-ciri tumbuhan dapat membantu menentukan wilayah konservasi di Tanah Papua Di bentang hutan tropis yang luas di Semenanjung Kepala Burung, Papua Barat, masa depan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

  • By
  • Maret 16, 2026
  • 0
  • 1 views
Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

  • By
  • Maret 15, 2026
  • 0
  • 5 views
Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • By
  • Maret 14, 2026
  • 0
  • 2 views
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 3 views
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 3 views
LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian

  • By
  • Maret 12, 2026
  • 0
  • 7 views
Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian