Jayapura(1/11/2025) – Suara tepuk tangan bergema di aula saat Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, menekan tombol peluncuran aplikasi baru bernama SI-MALAYA. Di layar proyektor terpampang logo sederhana dengan warna biru muda dan hijau daun—simbol dari harapan baru bagi ribuan anak muda Lanny Jaya yang kini menempuh pendidikan di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri.

Di balik momen itu, ada kegelisahan yang sudah lama dirasakan banyak orang tua di kampung. Mereka sering bertanya, “Anak saya kuliah di mana sekarang? Masih aktif atau sudah berhenti?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jarang mendapat jawaban pasti. Data mahasiswa tercecer, laporan bantuan pendidikan sering tumpang tindih, dan kebijakan beasiswa sulit tepat sasaran.

 

Menjawab Keresahan dengan Teknologi

Keresahan itulah yang menjadi dasar lahirnya SI-MALAYA (Sistem Informasi Mahasiswa Lanny Jaya) —sebuah terobosan digital yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya.

“Melalui sistem ini, kami bisa tahu dengan pasti berapa banyak anak Lanny Jaya yang sedang kuliah, di mana mereka belajar, dan apa yang mereka butuhkan,” jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Saiman Yigibalom, yang tampak antusias mempresentasikan fitur-fitur aplikasi tersebut.

Mulai 1 November hingga 31 Desember 2025, setiap mahasiswa asal Lanny Jaya wajib mendaftar di aplikasi ini. Data mereka akan menjadi dasar utama pemerintah dalam menyalurkan beasiswa dan bantuan pendidikan tahun depan.

 

 “Kami Butuh Data yang Nyata”

Dalam sambutannya, Bupati Aletinus Yigibalom berbicara dengan nada tegas namun penuh perhatian.

“Mahasiswa wajib daftar di SI-MALAYA. Kalau tidak, pemerintah tidak bisa bantu. Kami butuh data yang nyata, sesuai jenjang kuliah,” ujarnya.

Ia lalu menambahkan pesan moral yang menohok: agar mahasiswa menjauhi perilaku menyimpang dan fokus menyelesaikan studi. “Pemerintah tidak akan menanggung biaya kesehatan akibat miras,” tegasnya, disambut anggukan para peserta rapat.

Tak berhenti di situ, Aletinus juga memastikan Dispendukcapil akan turun langsung membantu perekaman KTP bagi mahasiswa. “Kita ingin semua anak Lanny Jaya punya identitas resmi. Mereka ini calon pemimpin daerah di masa depan,” katanya.

 

“Sakit karena Miras, Tanggung Sendiri”

Pesan senada datang dari Kepala Dinas Kesehatan, Niel Yigibalom, SKM., M.Si. Ia berdiri di depan peserta dan berbicara dengan bahasa yang lugas:

“Pemerintah hanya tanggung biaya berobat bagi yang sakit bukan karena miras. Kami ingin anak-anak pulang dengan sehat dan membawa ilmu, bukan masalah.”

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mendaftar BPJS Kesehatan agar terlindungi selama menempuh studi di luar daerah.

 

Dukungan dari DPRK dan Mahasiswa

Dukungan terhadap aplikasi ini juga datang dari Anggota DPRK Lanny Jaya, Anip Kogoya. Ia menilai SI-MALAYA sebagai langkah penting untuk membangun sistem pendidikan yang transparan.

“Data yang valid akan membantu pemerintah memberikan bantuan secara tepat sasaran. Karena itu, setiap koordinator wilayah mahasiswa harus aktif mendata anggotanya,” ujarnya.

Melalui sambungan Zoom, ratusan mahasiswa dari berbagai kota—Jayapura, Yogyakarta, Makassar, hingga Jakarta—ikut menyaksikan peluncuran itu. Sebagian bahkan menyalakan kamera, menunjukkan senyum bangga mereka.

“Aplikasi ini bagus sekali. Kami akhirnya punya wadah resmi untuk diakui sebagai mahasiswa asal Lanny Jaya,” kata Maria Kogoya, mahasiswi Universitas Cenderawasih yang mengikuti acara secara daring.

 

Menjemput Masa Depan

Peluncuran SI-MALAYA bukan sekadar agenda teknis pemerintah daerah. Ia adalah langkah simbolik—bahwa dari balik pegunungan Lanny Jaya, kini muncul semangat baru untuk menata masa depan dengan cara modern.

Melalui sistem digital ini, data bukan lagi sekadar angka, tetapi cerita perjuangan generasi muda yang menembus batas geografis demi membawa pulang ilmu bagi negerinya.

“Kami ingin setiap anak Lanny Jaya bisa kembali dengan kebanggaan. Bukan hanya karena gelar yang mereka dapat, tapi karena mereka tercatat, dikenal, dan dihargai oleh daerahnya sendiri,” tutup Bupati Aletinus Yigibalom.(*)

Reporter: Jeger

Related Posts

Sorong(29/7/2026) – Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama berbagai pemangku kepentingan menyepakati sepuluh langkah strategis sebagai tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) Forum Kolaborasi Multipihak…

Bahas penyusunan model pengelolaan bentang alam Mahkota Permata Tanah Papua Sorong (28/7/2026)  – Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memperkuat komitmen membangun tata kelola bersama Bentang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HAM DAN KEAMANAN

Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

  • Juli 4, 2026
  • 38 views
Ikatan Pilot Indonesia Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY di Papua

PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

  • Juli 4, 2026
  • 40 views
PAKHAM Papua Mengutuk Keras Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya, Mendesak Investigasi Independen, Penegakan Hukum, dan Penyelesaian Konflik Melalui Dialog

Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

  • Juli 3, 2026
  • 33 views
Tragedi Kemanusiaan di Intan Jaya, Exco Partai Buruh Papua Tengah: “Enam Gubernur Jangan Diam. Uang dan Pembangunan untuk Siapa Kalau Rakyat Terus Terbunuh?”

Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

  • Mei 15, 2026
  • 83 views
Bupati Nduga Serukan Warga Tidak Terlibat Konflik Brutal di Wamena: “Jangan Ikut Menjadi Bagian dari Perang Suku”

Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

  • Mei 13, 2026
  • 54 views
Film Dokumenter “Pesta Babi” Soroti Kolonialisme, Perampasan Tanah, dan Operasi Militer di Papua

Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua

  • Mei 13, 2026
  • 114 views
Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tolikara, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Polda Papua