Abon Ikan Mujair dari Dondai: Rasa yang Lahir dari Gotong Royong Mama-Mama

Sentani, (26/9/2025) – Pagi itu, Jumat, 26 September 2025, sinar matahari perlahan menembus celah pepohonan di Kampung Adat Dondai. Di halaman Obhe, rumah adat yang menjadi pusat pertemuan warga, belasan mama-mama dari Persekutuan Wanita (PW) GKI Imanuel Dondai datang satu per satu. Mereka mengenakan seragam merah, membawa semangat yang sama: belajar membuat abon ikan mujair.

Inisiatif pelatihan ini lahir dari keinginan mama-mama PW GKI Imanuel untuk mengolah potensi kampung mereka yang kaya ikan mujair. Dukungan datang dari Pemerintah Kampung Adat Dondai dan Samdhana Institute, yang menghadirkan Prisniardi, S.ST, penyuluh dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, sebagai pelatih.

Setelah doa bersama di dalam Obhe, aroma rempah mulai menyeruak. Mama-mama segera membagi tugas: ada yang membersihkan ikan, menyiapkan bumbu, dan memanaskan panci kukusan untuk memasak mujair yang sudah bersih. Suasana ramai dengan percakapan hangat bercampur tawa ringan, menandakan kerja sama yang cair dan akrab.

Mama-mama di Kampung Dondai tampak antusias berproses dalam pembuatan abon ikan. (Foto : Astried)

Saat ikan yang telah disuwir masuk ke wajan besar, tantangan sesungguhnya dimulai. Proses mengaduk abon yang masih basah memerlukan tenaga dan kesabaran. Tangan-tangan mereka bergantian mengayuh sendok kayu, menjaga agar adonan tidak gosong dan perlahan mengering. Sesekali sendok lain muncul dari sisi wajan—tanda rasa penasaran untuk mencicip, memastikan rasa dan tekstur sesuai harapan.

Meski matahari semakin terik, wajah-wajah itu tetap ceria. Peluh bercampur semangat. “Buatnya mudah saja, sekarang saya sudah tahu,” ujar Holiba Daimoe, salah satu peserta, sambil tersenyum bangga.

Abon yang telah matang dibiarkan dingin sebelum dimasukkan ke dalam plastik kemasan. Setiap mama membawa pulang hasil pelatihan sebagai buah tangan sekaligus kenangan pertama dari proses yang penuh kebersamaan.

Dalam penutupan kegiatan, Lili Syul Dike, Ketua PW GKI Imanuel Dondai, menyampaikan rasa syukur. Ia menegaskan pelatihan ini tidak akan berhenti di sini. “Mama-mama akan melanjutkan pelatihan ini dengan membentuk kelompok usaha abon ikan Dondai dan terus berproduksi sebagai bagian dari usaha meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya mantap.

Di bawah langit Dondai yang hangat, semangat mama-mama itu terasa nyata: mengolah mujair menjadi abon bukan sekadar belajar resep, tetapi juga meracik harapan untuk kesejahteraan keluarga. Kini, warga menunggu dengan antusias—abon ikan mujair dari mama-mama Kampung Adat Dondai siap memperkenalkan rasa khas dan kisah gotong royong dari tepian Danau Sentani.(*)

Reporter : Astried

 

 

Admin

Related Posts

Bustar Maitar: Ekonomi Berbasis Alam Papua Bisa Melampaui Industri Ekstraktif

Manokwari(10/2/2026) — Rektor Universitas Okmin Papua, Dr. Yohanes Kore, OFM, menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang berangkat dari proses akar rumput dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Hal itu…

Sulaman di Obhe: Ketekunan Mama-Mama Penjaga Danau

Jayapura ( 22/1/2026) – Pagi itu, Jumat, 19 Desember 2025, Obhe di Kampung Dondai perlahan hidup oleh langkah-langkah kecil Mama-Mama Persekutuan Wanita (PW) GKI Imanuel. Satu per satu mereka datang,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

  • By
  • Maret 16, 2026
  • 0
  • 1 views
Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

  • By
  • Maret 15, 2026
  • 0
  • 4 views
Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • By
  • Maret 14, 2026
  • 0
  • 2 views
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 3 views
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 3 views
LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian

  • By
  • Maret 12, 2026
  • 0
  • 7 views
Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian