
Nabire, Tudepoint(14/9/2026) — Anggota MPR RI Lis Tabuni mengajak masyarakat Papua Tengah menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat.
Pesan itu disampaikan Lis Tabuni dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VI Tahun 2026 bersama Ikatan Keluarga Lani di Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (14/9/2026). Kegiatan berlangsung di halaman rumah Luther, Jalan Moanemani RT 003/RW 001.
Dalam pertemuan tersebut, Lis menekankan bahwa Pancasila tidak seharusnya berhenti sebagai konsep yang dihafalkan. Nilai-nilainya, kata dia, harus terlihat dalam hubungan antarmasyarakat melalui sikap saling menghormati, gotong royong, serta menjaga kedamaian di tengah perbedaan agama maupun suku.
“Papua Tengah adalah rumah bersama bagi berbagai suku dan latar belakang. Melalui persatuan yang dilandasi semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa membangun daerah ini menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera,” kata Lis di hadapan peserta.
Merawat keberagaman

Sosialisasi tersebut diikuti warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Lani serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi ruang untuk membicarakan penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat di tingkat kampung.
Empat Pilar yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan MPR untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai dan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks Papua Tengah yang dihuni masyarakat dengan beragam latar belakang, Lis menempatkan sikap saling menghargai sebagai bagian penting dalam menjaga kehidupan bersama. Menurut dia, keberagaman tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
Karena itu, penerapan Pancasila menurut Lis dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masyarakat: menghormati sesama, bekerja bersama, serta menjaga hubungan damai antarkelompok.
Warga sambut kegiatan
Pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Lani bersama warga menyambut kegiatan tersebut. Warga mengapresiasi kehadiran anggota MPR RI yang bertemu langsung dengan masyarakat di tingkat kampung.
Kegiatan itu juga diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat Kampung Bumi Mulia terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat Papua Tengah.*






