Satu Nyawa Manusia Papua Sangat Berharga di Mata Bangsanya dan Tuhan

Menase Tabuni, Presiden Eksekutif ULMWP

 

“Satu Nyawa Manusia Papua Sangat Berharga di mata bangsanya dan Tuhan.”

 

Media Release ULMWP:

Menyikapi Penyiksiaan dan Penembakan Beruntun oleh TNI/POLRI pada

Bangsa Papua

Nomor:0060/P-039/A-24/ULMWP/EC-1/IX/2025

 

Syukur BagiMu Tuhan!

ULMWP mengecam keras tindakan penyiksaan kejam dan penembakan yang dilakukan Pemerintah Kolonial Indonesia melalui anggota TNI dan POLRI terhadap orang asli West Papua dengan 3 (tiga) peristiwa pada waktu yang sama pada 3 (tiga) tempat yang berbeda di West Papua.

Pada tanggal 3 September seorang anggota TNI Pratu Terian Barusa (TNI-AD, Pomdam XVII/Cenderawasih) telah melakukan penembakan terhadap Lambret (Obet), seorang warga sipil yang bekerja sebagai juru parkir di sala satu toko di Entrop, kota Jayapura West Papua. Dari peristiwa tadi telah mengakibatkan juru parkir, Obet meninggal dunia di tempat kejadian.

Pada tanggal yang sama juga telah terjadi penangkapan dan penyiksaan secara brutal oleh anggota Polres Yahukimo yang mengakibatkan seorang warga sipil atas nama Victro Deyal meninggal dunia di Polres Yahukimo. Korban di tangkap tanpa ada kejelasan hukum dari pihak kepolisian Indonesia. Selama di tahanan anggota polisi diduga melakukan penyiksaan keji kepada korban hingga meningga dunia. Keluargapun kaget ketika jenazah diantarkan oleh pihak Polres ke rumah korban.

Pada hari yang sama penembakan dan pembunuhan juga terjadi kepada OAP, seorang oknum TNI bernama Praka Petrus Muenda, anggota Kodim 1715 Yahukimo ditembak mati oleh sesama anggota TNI, Kapten Inf. Jhon (Dantim Satgas Ketapang Swasembada BAIS) di Waris, Keerom West Papua.

Melihat peristiwa demi peristiwa ini, Tuan Menase Tabuni, Presiden Eksekutif ULMWP menyampaikan turut berduka kepada keluarga korban. Ia juga menegaskan bahwa, “Satu nyata manusia Papua sangat berharga di dalam kehidupan keluarganya, di tengah bangsa Papua dan di mata Tuhan sebagai pencipta Manusia. Tiga peristiwa pembunuhan ini, banyak peristiwa dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi selama 62 tahun (1963-2025) menunjukan bahwa tidak ada jaminan masa depan orang asli Papua hidup bersama dengan Indonesia. Orang Papua baik yang bekerja dalam sistem penjajahan Indonesia sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun anggota TNI/POLRI tetap ada dalam ancaman kematian.”

Seluruh kebijakan Pemerintah Indonesia selama ini, dilandasi oleh sikap superior dan penuh rasisme yang telah mengurat-akar dalam seluruh sel kehidupan berbangsa. Mereka melihat orang Papua bukan sebagai manusia yang memiliki martabat dan harga diri.  Pemerintah Indonesia selalu melihat orang asli Papua sebagai musuh yang harus dibasmi demi untuk  menduduki dan menguasai sumber daya alam yang ada di Tanah Papua.

ULMWP kami menghimbau Rakyat Papua, untuk tetap menjaga diri. Jangan mempercayai dan menggantungkan harapan hidup dan masa depan tanah ini kepada bangsa Indonesia dan bangsa manapun.

Sehubungan dengan tiga peristiwa penyiksaan oleh anggota Polres Yahukimo, dan oleh anggota TNI di Jayapura dan Waris-Keerom, ULMWP meminta pimpinan Instansi terkait untuk memberikan seberat-beratnya dan memecat pelaku penyiksaan dan pembunuhan dari institusi satuan mereka masing-masing.

 

Perhatian Komunitas Internasional dan Apresiasi kepada rakyat dan Pemimpin Pacifik

Menyadari ancaman yang kian nyata pada manusia (Genosida), budaya (Etonosida) dan hutan (Ekosida) di West Papua, ULMWP menyerukan kepada para pemimpin Melanesia, Pacifik dan para pemimpin Dunia internasional untuk mengambil tindakan konkret dalam proses penyelesaikan konflik berkepanjangan di West Papua.

Tuan Octovianus Mote, Wakil Presiden Eksekutif ULMWP menyampaikan, “apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pemimpin politik Pacifik serta pemimpin adat, Gereja (PCC), LSM, mahasiswa dan rakyat  yang dalam 10 tahun terakhir ini, sejak pertemuan PIF di Port Moresby PNG September 2015 hingga pertemuan para pemimpin pacific di Honiara Solomon Islands pada September 2025, terus memberikan perhatian dan dukungan bagi hak penentuan Nasib sendiri dan keprihantinan atas ancaman dan kejahatan kemanusiaan dan lingkungan hidup yang terjadi di West Papua.”(*)

Demikian media release ini dikeluarkan dalam menyikapi situas penyiksaan dan pembunuhan yang terjadi di West Papua.

Dikeluarkan di Jayapura, West Papua 11 September 2025.

Bagi media yang hendak menghubungi dapat berkontak, Markus Haluk, Sekretaris Eksekutif ULMWP, +628-524444-2502

Related Posts

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Jayapura (16/3/2026) – Aparat keamanan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata yang…

Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian

Jakarta (12/3/2026) — Pemerintah Provinsi Papua Barat terus mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

  • By
  • Maret 16, 2026
  • 0
  • 1 views
Polisi Bongkar Jaringan Suplai Senjata ke Pegunungan Papua

Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

  • By
  • Maret 15, 2026
  • 0
  • 5 views
Sains Baru untuk Melindungi Kepala Burung Papua

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • By
  • Maret 14, 2026
  • 0
  • 3 views
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 3 views
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Diduga Upaya Membungkam Pembela HAM

LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

  • By
  • Maret 13, 2026
  • 0
  • 4 views
LBH Papua Kecam Pencabutan Salib Merah Penolakan Perusahaan di Kampung Nakias

Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian

  • By
  • Maret 12, 2026
  • 0
  • 8 views
Papua Barat Dorong Penguatan Sektor Pertanian dalam Audiensi dengan Menteri Pertanian