Foto bersama usai rapat kerja Komite II DPD RI bersama Balai Inseminasi Buatan Lembang, Jawa Barat, yang juga dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wakil Bupati Lembang Barat, serta peserta pelatihan IB. –Tudepoin/ist
Jayapura, Tudepoin — Senator Lis Tabuni, Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, menegaskan pentingnya pengembangan teknologi inseminasi buatan (IB) di daerahnya sebagai langkah strategis menuju swasembada ternak nasional. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti rapat kerja Komite II DPD RI bersama Balai Inseminasi Buatan Lembang, Jawa Barat, yang juga dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wakil Bupati Lembang Barat, serta peserta pelatihan IB.
Dalam kunjungan lapangan pada Sabtu, 18 April 2026, Senator Lis mengamati langsung proses inseminasi buatan dan menyatakan bahwa teknologi tersebut sangat efektif.
“Dalam sekali proses inseminasi buatan, bisa dihasilkan lebih dari 300 bibit ternak unggulan. Bandingkan dengan inseminasi alami yang hanya menghasilkan satu bibit,” ujarnya, dalam pernyataan tertulis yang diterima tudepoin.com, Senin (20/6/2026).
Ia menekankan, potensi ini perlu dikembangkan di Papua Tengah. “Saya berpesan kepada Pak Dirjen agar ke depan dibuka balai inseminasi buatan di Papua Tengah, seperti di Lembang. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal pemberdayaan masyarakat asli Papua,” kata Senator Lis.

Menurutnya, saat ini peternakan di Papua masih didominasi oleh ternak babi, sementara peternakan sapi dan ternak lainnya masih dikuasai oleh tenaga dari luar Papua, terutama untuk sapi lokal.
“Jika orang asli Papua bisa menguasai teknologi IB, dampaknya sangat besar, bukan hanya untuk Papua Tengah, tapi juga untuk Indonesia,” tegasnya.
Senator Lis juga meminta agar Kementerian Pertanian meluncurkan program pelatihan khusus bagi anak muda Papua, agar mereka bisa menjadi peternak profesional yang mampu bersaing.
“Kami siap maju, hanya butuh bimbingan. Ilmu ini harus bisa sampai ke tangan peternak lokal, agar mereka bisa menjadi peternak unggulan dengan daya saing tinggi,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Kepala Balai Inseminasi Lembang agar terbuka menerima peserta dari Papua Tengah, baik dari dinas, swasta, maupun pribadi untuk ikut pelatihan dan menjadi inseminator andal.
Dengan dukungan teknologi dan pelatihan yang tepat, Senator Lis yakin Papua Tengah bisa menjadi lumbung ternak nasional masa depan. (*)




