Jayapura ( 22/1/2026) – Pagi itu, Jumat, 19 Desember 2025, Obhe di Kampung Dondai perlahan hidup oleh langkah-langkah kecil Mama-Mama Persekutuan Wanita (PW) GKI Imanuel. Satu per satu mereka datang, membawa harap dan kesungguhan, untuk mengikuti Pelatihan Sulam Jaring—sebuah inisiatif bersama yang lahir dari perjumpaan kebutuhan hidup dan dukungan Samdhana Institute. Di ruang sederhana itu, keterampilan lama dipelajari kembali, bukan Cuma soal teknik, melainkan sebagai cara menjaga keberlanjutan hidup.

Peserta tak hanya datang dari Dondai. Seorang Mama dari Kampung Hobong dan dua Mama dari Kampung Abar ikut bergabung, menyatukan pengalaman dan tekad. Mereka belajar dari Yermias Kwasuna, Penyuluh Perikanan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.

Sebelum menyentuh jaring yang robek, Yermias memperkenalkan dasar menyulam: menggulung dan memasang nilon pada coban—jarum jaring yang sederhana namun menentukan. Mama-Mama pun mulai berlatih. Wajah mereka menegang, tatapan tertuju pada jemari sendiri. Nilon digulung perlahan, diikatkan pada coban, dijaga agar tak kusut—meski sesekali benang itu membandel dan saling mengikat.

Ketika coban siap, jaring yang tergantung menjadi medan belajar. Bergantian, Mama-Mama mendekat, menyimak contoh, lalu mempraktikkan. “Seperti gampang, tapi rupanya susah juga,” celetuk Mama Jenerlin Mehue (54), dari Kampung Hobong. Ia tersenyum kecil, lalu beringsut kembali mendekati Yermias, mengulang langkah dengan kesabaran yang tak berkurang.

Siang merambat, semangat tak surut. Sesekali terdengar panggilan meminta bimbingan, benang yang perlu dirapikan, simpul yang mesti diperbaiki. Bagi Mama-Mama nelayan ini, jaring bukan hanya alat—ia adalah “senjata” utama saat turun ke danau. Menyulam jaring berarti merawat alat hidup, memperpanjang napas ekonomi keluarga, dan menolak ketergantungan pada beli baru.

“Umumnya kami cari ikan pakai jaring. Kalau jaring robek, kami tidak perlu langsung beli baru,” ujar Lili Dike, Ketua PW GKI Imanuel Kampung Dondai, dengan nada syukur. “Pelatihan ini sangat membantu ekonomi kami.”

Di akhir pelatihan, Yermias Kwasuna menyampaikan kegembiraannya. Ia melihat keseriusan sejak awal—kesungguhan yang menjanjikan keberlanjutan. “Saya senang bisa melatih Mama-Mama. Terus berlatih sampai bisa menyulam jaring milik sendiri,” katanya.

Di Obhe pagi itu, jaring-jaring yang robek disulam kembali. Lebih dari itu, ketekunan dirajut, kemandirian diperkuat, dan kehidupan—pelan namun pasti—ditambal agar tetap utuh.(*)

(Astried)

 

Admin

Related Posts

Antara Solidaritas Kekerabatan, Otoritas Adat, dan Tantangan Tata Kelola Ulayat Sentani (12/12/2025) –  Suku Khouw Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, secara resmi melepas tanah adat/ulayat seluas 1.000 hektare…

Jayapura, Tudepoin (26/11/2025) – Koalisi Enam Belas Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Jayapura akan melaksanakan rangkaian kegiatan kampanye selama 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 2025. Kegiatan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Wartawan Liput Masyarakat Adat dan Lingkungan, Raih Penghargaan Jurnalisme

  • By
  • Februari 2, 2026
  • 6 views
Wartawan Liput Masyarakat Adat dan Lingkungan, Raih Penghargaan Jurnalisme

Sulaman di Obhe: Ketekunan Mama-Mama Penjaga Danau

  • By
  • Januari 22, 2026
  • 4 views
Sulaman di Obhe: Ketekunan Mama-Mama Penjaga Danau

Jurnalis Papua Gelar Ibadah Natal dan Tahun Baru, Perkuat Kebersamaan dan Persaudaraan

  • By
  • Januari 22, 2026
  • 10 views
Jurnalis Papua Gelar Ibadah Natal dan Tahun Baru, Perkuat Kebersamaan dan Persaudaraan

Solidaritas Mahasiswa Papua Desak Tarik Militer dan Tolak Investasi dari Papua

  • By
  • Januari 21, 2026
  • 26 views
Solidaritas Mahasiswa Papua Desak Tarik Militer dan Tolak Investasi dari Papua

AWP Deklarasikan Festival Media Papua Tiap Dua Tahun

  • By
  • Januari 19, 2026
  • 15 views
AWP Deklarasikan Festival Media Papua Tiap Dua Tahun

Suku Khouw Ayapo Rayakan 74 Tahun Doa Syukur dan Launching Yayasan Khouw Bersatu Papua

  • By
  • Januari 2, 2026
  • 35 views
Suku Khouw Ayapo Rayakan 74 Tahun Doa Syukur dan Launching Yayasan Khouw Bersatu Papua